OLEH : PSIKOLOG FUDIN PANG DARI "ACCURATE" HEALTH CENTER MEDAN

Home

Senin, 17 Desember 2012

Belajar dari Pengalaman Pahit

Saya ingin curhat dok.. sebelumnya mohon maaf bila terlalu fulgar... saya perlu bimbingan psikolog,dan spiritual ruhani.. mudah2an teman bisa membantu, karena saya tak ingin terpuruk dan semakin terjatuh kelimbah nista. saya memiliki kelainan seksual sejak usia SD kelas 3, saya pernah dibelakangin oleh kk kandung sya, tetapi saya tdk tahu jika itu perbuatan salah, lalu saya jd sering memainkan alat kelamin saya sendiri, saya merasa terangsang bila melihat benda2/guling, saya merasa takut dan tdk berkomunikasi lancar dengan org lain terutama laki laki, di masa SMA banyak laki2 yg mulai mendekati sy namun sikapku tetap dingin saja/sulit merespon. tapi akhirnya saya berpacaran dgn seorang lelaki d usia 18 thun, kami pergi berdua jalan,sampai dia pernah mau menodai saya, akhirnya saya putuskan untuk meninggalkan dia karena tak suka akan sifatnya yang hampir menodaiku, lagi pula dia bermain dengan sahabat sy sendiri,,  stelah meninggalkan dia saya sedang dekat dgn seorang pria yg saya kenal lewat telfon, kata katanya penuh keimanan, menguatkan, rajin membangunkan saya untuk tahajjud dan mengaji bareng, sampai dia menuntun saya untuk mengucapkan sumpah akan menjadi istrinya, namun betapa hancurnya saya..... ternyata itu semua hanya MODUS.. ternyata saya terhipnotis olehnya mau maunya saya dibodohin olehnya padahal kami belum pernah bertemu, hanya komunikasi lewat telfon dan FB yg fotonya palsu, saya menjadi korban jejarsos.  saya dihipnotis dan ditelanjangi olehnya, namun tidak sampai melakukan hubungan seperti suami istri, karena saya  tidak ada hasrat pdnya. saya merasa kotor sekali dan kini hancur........ ketika itu usia sy 20 thn dan sedang menjalani kuliah yang nanti profesinya sebagai GURU, kini usia saya 22 terdaftar sebagai guru honorer. Namun saya mulai tidak fokus dalam hidup.. dan merasa tidak PD menjadi seorang guru. sangat bertentangan sekali dengan kenyataan hidup saya yang penuh kehinaan,, sekarang saya tidak semangat beraktivitas. sering menyendiri, berhalusinasi, dan hampir melakukan tindakan yg bodoh. namun ternyata mantan saya yang ketika SMA masih menghubungi saya, dia ternyata masih menjaga perasaannya hingga 4 tahun ini. dia mengaku tidak bisa melupakan saya, dia mengajak saya menikah, namun belum menyatakan pada orangtua, ortu saya masih menuntut saya untuk menyelesaikan kuliah 1th lagi dan melanjutkan profesi sya sebagai Guru.. padahal saya sudah tak bersemangat untuk itu, yang ada dalam pikiran saya saya bakalan sembuh jika menikah,, namun bagaimana dok, karena setiap kali ditanya "maukah kmu menjadi istriku" saya hanya bisa diam dan ragu untuk menjawab ya, tindakan apa yang seharusnya saya lakukan??? apakah saya harus menceritakan semua kejadian dan pengalaman saya padanya? dalam keyakinannya dia yakin bahwa saya adalah jodohnya. akhir2 ini saya sering menangis dan kadang tertawa sendiri. saya takut jadi gila, ataukah saya sudah gila sejak kecil? (myquran.org)

Jb. Sepertinya anda telah mengalami banyak permasalahan hidup yang membuat anda menjadi tidak percaya diri dalam menjalani kehidupan ini. Kemungkinan besar anda mengalami trauma batin dan depresi. Sebaiknya anda berkonsultasi langsung kepada ahlinya atau seorang psikolog untuk mendapatkan detail saran yang lebih lengkap lagi.

Saran saya adalah cobalah anda belajar untuk dapat menerima kenyataan hidup anda sendiri dan ambillah pelajaran hidup itu sebagai kekuatan hidup anda sendiri bukan untuk menghancurkan diri anda sendiri, yaitu mengambil sisi positifnya dan menjadi orang yang positif. Melupakan masa lalu atau tidak mengingat hal-hal buruk yang terjadi dalam diri anda dan kemudian hiduplah di masa sekarang dengan pemikiran yang sehat dan positif dan jangan takut dan cemas kepada masa depan anda yang masih misteri. Aturalah pola pikir anda supaya positif sehingga anda lebih tenang dan damai menjalani kehidupan ini.Tetaplah ikhlas menjalani kehidupan ini dan pasrah kepada Tuhan karena semua perjalanan hidup anda adalah yang terbaik. Untuk meningkatkan kebahagiaan anda harus belajar bersyukur terhadap apa yang telah anda miliki dan melihat bahwa banyak orang yang lebih tidak beruntung dibandingkan anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar