OLEH : PSIKOLOG FUDIN PANG DARI "ACCURATE" HEALTH CENTER MEDAN

Home

Senin, 25 April 2011

Pacar yang Liar

Mas Fudinpang,

Beberapa saat yang lalu, saya berhubungan dengan seorang wanita. Well, hubungan saya sebenarnya sangat baik. Sampai akhirny kita pisah karena beda agama. Sebenarnya saya masih sangat mencintai dia sampai sekarang. Bahkan, seringkali saya berfikir bahwa dia adalah yang terakhir untuk saya. Entah kenapa. Mungkin karena dia satu2nya wanita yang mengerti saya dan begitu juga sebaliknya.

Mmmm...3 bulan berlalu dan saya masih mengharapkan dia. dan benar, tanpa saya dia kini sangat liar. Dia memiliki 3 pacar. Di mana salah satu pacarnya yang paling dia sayang, sudah berkeluarga dan punya anak 2. Saya tidak kuat melihat dia seperti ini.

Sewaktu kita masih berhubungan, dia memang pernah mengatakan, bahwa dia selalu selingkuh kalo pacaran. Saya adalah pengecualian. Dia tidak pernah selingkuh ketika bersama saya.

Beberapa kali, dia sms saya...bahwa dia masih mengharapkan untuk bisa dengan saya dan meminta saya untuk meyakinkan dia kalo hubungan saya dengan dia akan berhasil. Tapi, setiap saya mencoba untuk mendekati dia. Dia selalu menjauh dan mengatakan bahwa saya terlalu maksa dia untuk balik dengan saya. Sampe akhirnya, dia tidak mau berbicara lagi dengan saya.

Saya hanya tidak kuat dengan kelakuan dia yang seperti ini. Merusak rumah tangga seseorang. dan, yang pastinya akan tambah menyakiti perasaan dia.

Apa yang harus saya lakukan? Sedangkan dia sendiri sudah tidak mau berbicara dengan saya lagi.
Apa harus saya diamkan begitu aja... (bluefame.com)

Jb. Betul pak. Dalam hal menjalani proses pacaran, memang ada beberapa keputusan yang perlu kita ambil untuk menunjang masa depan kita yang cerah. Jika suatu hubungan memang tidak dapat dipertahankan dan telah terlalu banyak permasalahan yang rumit dan tidak dapat diselesaikan, maka kita perlu mengambil tindakan untuk mundur atau menyerah dan jika masih ada permsalahan yang baik untuk dibicarakan dan dua pihak masih dapat saling introspeksi diri, maka hubungan anda masih dapat dilanjutkan.

Cobalah anda mengambil keputusan sendiri dengan mengingat segala konsekuensi yang anda jika anda masih tetap bersamanya dan jika anda meninggalkannya. Jangalah bertanya kepada orang lain, perkataan orang lain dapat menjadi acuan atau tolak ukur pemikiran anda sehingga membuat anda memiliki beberapa acuan untuk mengambil keputusan penting anda.

Anda cobalah untuk mengubah dia menjadi orang yang baik dan bijaksana dan jika anda tidak mampu, maka anda biarlah dan lebih mementingkan kehidupan pribadi anda, seperti pekerjaan anda, keluarga anda sehingga tidak terfokus kepada percintaan anda. Perbanyak melakukan ibadah dan minta petunjuk darinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar