OLEH : PSIKOLOG FUDIN PANG DARI "ACCURATE" HEALTH CENTER MEDAN

Home

Selasa, 21 September 2010

Waham Kebesaran

pak,,saya mau tanya..apakah ini termasuk dalam ganguan kejiwaan jika..seseorang selau punya pikiran untuk melukai ornag lain (walaupun tidak pernah dilakukan)..misalnya, saat dia sedang menyetrika baju,,terbesit dalam pikirannya untuk memukul kekasihnya memakai setrikaan yang saat itu ada di situ..tanpa alasan yang jelas,,atau,saat ngobrol dengan ibunya di dapur, dia ingin menumpahkan minyak sepanci ke ibunya (walaupun hanya dalam khayalan dia). termasuk tipe apakah orang itu?? apakaha ada sesuatu yang tidak wajar??..apaah ini termasuk ganguan kejiwaan??..

yang saya tau, memang saat dia kecil, dia adalah korban bulling oleh teman2nya. dan dia mengatakan bahwa, dia merasa puas kalau orang sacrifice di dalam bahaya dan dia berhasil menyelamatkan mereka walaupun bahaya tersebut dia yang buat. Terkadang dia juga lebih enjoy dengan alam pikiran bawah sadarnya,,kalau tidak ada orang dia bisa ngomong sendiri bahkan berimajinasi bahwa dia adalah orang yang hebat/serba bisa (walaupun,kenyataannya dia orang yang biasa aja). bagaimana ini? (forum.detik.com)

Jb. setiap manusia memang mempunyai naluri kekerasan, seperti mempunyai naluri agresivitas untuk membunuh, dsb. namun jika pikiran masih baik dan nalar maka keinginan tersebut dapat dipengaruhi oleh pikiran sesuai dengan niali-nilai/moral yang dianutnya. Jika manusia kehilangan pikiran dengan nilai/moral tersebut maka kemungkinan besar naluri kekerasan itu dapat ditunjukkannya bahkan dilaksanakannya.

Dalam dunia psikologi, jika seseorang mempunyai keinginan untuk bunuh diri atau membunuh orang itu termasuk dalam kategori depresi dimana ia memiliki waham-waham tertentu, misalnya waham kebesaran atau waham untuk membunuh orang lain.

Jika anda melihat teman anda itu masih mempunyai moral yang baik dan tidak antisosial sifatnya, maka sebaiknya anda memintanya untuk perbanyak melakukan kegiatan yang positif, misalnya mengunjungi tempat beribadah untuk mendapatkan nasehat moral yang baik dan jika memang sudah terlalu berlebihan pemikirannya dan telah merupakan gangguan pikiran baginya maka sebaiknya bawalah ia untuk berkonsultasi dengan seorang ahli psikologi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar