OLEH : PSIKOLOG FUDIN PANG DARI "ACCURATE" HEALTH CENTER MEDAN

Home

Senin, 22 November 2010

Avoidant Personality Disorder

Numpang konsultasi, Saya berumur 23 tahun, jenis kelamin pria.

beberapa hari yang lalu saya chatting dengan teman lama saya(asumsikan berinisial D) kebetulan dia mahasiswi Psikologi S2, dia pernah satu kelompok KKN dengan saya dan perbincangan saya berujung kpd saya bertanya kepada dy pendapatnya saat saya menjabat ketua kelompok KKN tersebut. Lalu dia menjawab saya orangnya sinis, saat itu saya tidak percaya omongannya namun hal yang menggelitik dari pernyataannya adalah hal tersebut pernah diungkapkan oleh Ibu, Ayah, dan Adik perempuan saya sendiri, terutama ibu saya Sendiri.

Beliau pernah (Ibu) bertanya kenapa sekarang dy tidak merasakan adanya suatu keterikatan emosi dgn saya sebagai anaknya, hal ini sebenarnya juga dirasakan oleh Ayah dan Adik saya. Keluhan yang paling sering saya dapat adalah sikap saya yang sinis dan seperti membangun dinding di sekeliling diri saya. Jujur saja dari saya pribadi merasa sbenarnya merasa ada sedikit rasa takut untuk memiliki keterikatan emosi dengan org lain, seringkali ada perasaan untuk "terhubung" dengan orang lain muncul namun tertutupi seperti perasaan dimana saya ga sebanding dengan orang lain.

Setelah itu saya coba tanya kpd teman2 saya yang lain, "apakah saat pertama kali berkenalan anda melihat saya sebagai orang yang sinis?", banyak dari mereka meng-iyakan jika saya memang sinis, namun lambat laun mereka mencoba untuk bisa menerima ditambah lagi saya memang orang yang pendiam+cenderung penyendiri (menurut mereka), jadi tidak terlalu bermasalah bagi mereka (mereka tetap open minded).
Hal lain lagi yang menjadi keluhan adalah, saat berada di tempat ramai, saya selalu merasa tidak sebanding dengan orang2 skelliling saya entah kenapa (seperti ada bisikan dalam kepala jika saya ga pantas berada di antara mereka), salah satu cara untuk menanggulanginya biasanya saya menuruti keinginan orang lain "mereka mau saya jadi seperti apa". Dan jujur hal ini sangat amat melelahkan, belakangan ini saya sudah jarang berkomunikasi dengan org lain dan cenderung menyendiri karena rasa lelah dari memakai "topeng tersebut". Perlu dicatat usaha saya memakai topeng tersebut agar org lain meninggalkan stigma bahwa saya adalah orang yang sinis, namun tampaknya tidak berhasil.

yang mau saya tanyakan :
- sikap sinis saya tersebut, apakah itu merupakan suatu self defense mechanism?
-Teman saya yang berinisial D pernah mengatakan jika saya memiliki AvPD (Avoidant Personality Disorder), apa artinya?
-Apa mungkin AvPD merupakan imbas dari trauma dari suatu hal yang pernah terjadi di masa lalu?
-Mungkinkah untuk disembuhkan? (indowebster.web.id)

Jb. Menurut saya anda tidak mengalami avoidant personality disorder kok atau gangguan cemas menghindar, karena kenyataannya anda masih bisa bersosialisasi dengan orang lain dan masih suka bermain dalam dunia maya ini, orang-orang yang cenderung mengalami gangguan cemas menghindari kepribadian adalah orang-orang yang akan mengurung diri dan tidak percaya kepada siapapun kecuali orang yang terdekatnya, itupun jarang dipercayainya.

Kemungkinan besar anda hanya mengalami ketidak percayaan diri dan sedikit krisis kepercayaan kepada orang lain karena kemungkinan anda pernah mengalami beberapa trauma yang berhubungan dengan orang lain, kemudian defence mekanisme juga bisa merupakan salah satu penyebabnya apabila anda merasa lebih nyaman dengan diri sendiri dibandingkan anda terbuka bersama orang lain.

Menyikapi masalah topeng sosial, manusia memang perlu menggunakan topeng sosial untuk beradaptasi dan bersosialisasi namun jangalah berlebihan dan selalu menurut ucapan dari orang lain, karena akan membuat anda kehilangan jati diri, lebih baik anda menjadi diri sendiri dan jika ada masukan yang positif, anda boleh mempertimbangkannya.

Solusi yang terbaik bagi diri anda sendiri adalah cobalah anda bersikap lebih lugas, terbuka, jangan terlalu sensitif, janganlah terlalu takut disakiti. anda dapat menjadi seorang pribadi yang kuat, ramah dan menyenangkan ketika bersama orang lain. janganlah mengganggap terlalu serius dalam mengganggap semua hal. jadikan simple dan rileks maka anda dapat diterima dan menerima semua orang..

Percayalah pada kemampuan diri anda sendiri akan membuat anda menjadi lebih kuat dan tenang dalam menjalani kehidupan ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar