OLEH : PSIKOLOG FUDIN PANG DARI "ACCURATE" HEALTH CENTER MEDAN

Home

Senin, 21 Februari 2011

Batasan dalam Sebuah Hubungan

Sari adalah pembantu tetapi sebenrnya adalah anak dari salah seorang karyawati papa, walopun ibunya ( karyawati papa itu sudah nipu papa dan mencuri uang dagangan tetapi anaknya diangkat ma papa, tp mama yg masih nggak suka ma ibunya sempat ditaruh di rumahnya nenek kemudian baru setelah lulus smp dibawa ke rumah diaku sebagai anak angkat

permasalahannya : semenjak diusir ma mama sari ndak jelas juntrungannya, terakhir dapat kabar dianya sekarang di Bali

aku yg bodoh menelepon sari ( seminggu setelah nulis cerita aku telp dianya ) eh ternyata dia wellcome banget, bahkan sempat curhat kalo suaminya bule australia pulang ke indonesia mungkin 2 bulan sekali mungkin jg lebih..dicurhatnya itu mengisyaratkan kangennya dia padaku

kalo menurut anda....dengan kehidupan tenang tenang saja sekarang ini istri seorang dokter gigi dan anak belum genap setahun, wajar ndak menuruti kangen dan kegalauan dengan menjali hubungan lagi dengan dia walo alasan bisnis sekalipun

makasih atas waktu dan perhatiannya (bluefame.com)

Jb. Menurut saja bahwa lebih baik jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, menjalani hubungan baik dengan orang lain memang baik, namun harus ada batasannya sebagai seorang teman dan sebaigainya. Jika anda melihat bahwa ada kemungkinan buruk akan terjadi di masa depan, lebih baik anda mengambil tindakan yang tepat untuk saat ini agar di masa depan anda tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar