OLEH : PSIKOLOG FUDIN PANG DARI "ACCURATE" HEALTH CENTER MEDAN

Home

Senin, 11 Januari 2010

Cara Mengasah Otak Kiri Manusia

pak psikolog ..ak mau tanya ..

setiap ak menghadapi masalah dengan pasangan saya ,, kenapa ya saya tidak bisa berpikir memakai logika ?? saya hanya memakai perasaan saja tanpa pernah memakai logika ak ..

apa karena ak perempuan yang ditakdirkan menggunakan perasaannya ??

jujur terlalu menggunakan perasaan rasanya sangat tidak menyenangkan sekaligus menyakitkan .. ak sangat ingin sekali mencoba memakai logika ak ,, tapi gg knapa selalu perasaan ak yang menang ..
jadi sakit sendiri rasanya ..jadi gimmana cara menyeimbangkan antara perasaan n logika ??

mohon bantuannya iaa pak psikolog ..(kaskus.us)


Jb. baiklah.. mungkin anda adalah seseorang yang terlalu sensitif dan terlalu banyak menggunakan perasaan.. untuk menyeimbangkan antara logika/pikiran dan perasaan andalah anda lebih banyak menggunakan otak bagian kiri anda, seperti berpikiran secara logika, realitis, rasional dan sistematis..

1. Logis
Logis merupakan suatu cara berpikir di mana bentuk dari berpikir itu sudah terpola dengan baku. Sebuah kesimpulan dalam cara berpikir logik didapat melalui suatu proses yang taat/terikat pada pola tersebut. Misalnya ada sebuah pernyataan bahwa semua manusia pasti mati (premis mayor). Kemudian ada pernyataan berikutnya yang mengatakan bahwa Tono adalah manusia (premis minor). Dari dua pernyataan tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Tono pasti mati. Pada cara berpikir logis, sebuah kesimpulan didapat melalui sebuah penalaran yang sudah berpola.

2. Linier
Linier merupakan suatu cara berpikir di mana apa yang dipikirkan selalu searah. Misalnya apabila kita masuk ke dalam suatu ruangan yang gelap maka kita tidak akan dapat melihat, semakin gelap maka semakin tidak dapat melihat. Berpikir linier selalu melihat suatu hubungan berjalan searah.

3. Rasional
Rasional merupakan berpikir dengan menggunakan rasio sebagai dasar berpikirnya. Ide atau gagasan yang diperoleh didapat melalui suatu proses pertama informasi di tangkap oleh indera, kemudian diolah di otak, dihubungkan dengan pengetahuan sebelumnya, kemudian menghasilkan sebuah ide atau gagasan. Ini berbeda dengan berpikir intuitif di mana ide atau gagasan tiba-tiba muncul entah dari mana asalnya.

4. Sistematis
Sistematis merupakan proses berpikir di mana berpikir merupakan tahapan, dari tahap yang paling awal, kemudian, dan akhir. Dalam berpikir sistematis tidak diperkenan melewati satu tahapan dalam berpikir (loncat-loncat).

Intinya adalah janganlah terlalu membawa dan mengunakan perasaan anda namun gunakanlah logika anda berpikir dan menerima realitas hidup ini... tapi yang paling baik adalah bisa menyeimbangkan antara pikiran dan perasaan.... jika terlalu banyak menggunakan perasaan bisa menjadi korban bunuh diri loch, karena selalu saja mengikuti kata hati yang belum tentu real sedangkan jika kita berpikir tentang realitas hidup ini maka kita bisa menerimanya..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar