OLEH : PSIKOLOG FUDIN PANG DARI "ACCURATE" HEALTH CENTER MEDAN

Home

Tampilkan postingan dengan label Akur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akur. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Oktober 2010

Teman yang tidak akur

Saya sedang butuh psikolog malam ini...

begini nih, bagaimana menghadapi orang yang seenak jidatnya dalam memperlakukan orang lain?
dimulai dari dia menanyakan apa PR dia
kemudian me - ngeprint tugas2 dia
mencarikan Pe-er dia, mendownload nya, kemudian mengirimkan ke dia by email.

bahkan, untuk hal - hal yang ga ada kepentingannya dengan saya, dia masih mencari saya.. kenapa dia ngga langsung aja tanyakan ke orang yang bersangkutan??? saya tidak ada sangkut pautnya dengan projek itu

ya saya tau, kalo itu hanyalah hal sepele.

- kemudian 2 hari yang lalu dia meminta database klien perusahaan yang saya tangani
dengan alasan teman agar membantu sesama teman.
- hari ini, dia meminta saya menerjemahkan sejumlah text, yang notabene adalah pekerjaan dia.

ketika saya kesusahaan dalam keadaan genting tentang karir hidup - mati saya.
dia hanya berkata "tar yah"

ini sudah terjadi 1 tahun belakangan ini.

memang sih, dalam bbrp hal saya berterima kasih kepada dia
- karena saya diijinkan menebeng mobil dia, etc2..

tp lama2 gondok juga.

semua orang harus saya maklumi
dimulai dari keluarga, pacar, teman, pekerjaan yang cukup menyita waktu saya, bos saya di kantor, rekan kantor saya, klien saya, kuliah saya,... cita - cita saya juga harus saya maklumi terbang ke langit kayak merpati.

apa yang tersisa untuk saya?
ketika saya kesusahan, tidak ada satu orangpun teman yg mau menolong saya?

apakah semua harus dilalui sendiri?

terkadang orang cuman bisa seenaknya saja memutuskan. tp kita yang menjalani kerikil - kerikilnya,..

jujur, sekarang saya sudah ngga punya apapun lagi yang bisa saya prioritaskan.
hidup ini terasa menjalani nya apa adanya.

sebenarnya ini bukan masalah serius ketimbang anak2 yang sekarang sedang kehausan + kelaparan di afrika sana.

ditambah lagi dengan tuntutan masa depan.
dimana nanti saya sekarang harus menabung untuk menikah
saya harus menabung untuk beli tempat tinggal + mobil
saya harus menabung untuk biaya lahiran anak
saya harus menabung untuk pendidikan anak itu juga.
dan seperti yang kita ketahui, biaya pendidikan itu tidaklah mudah.

tuntutan hidup saya terasa semakin menusuk leher saya lebih dalam lagi.. bahkan sampe nembus kerongkongan inih..

saya jadi berpikir kembali.. hidup itu singkat sekali.. apakah iya, kita selama ini hidup untuk orang lain. lalu, kapan dong kita hidup untuk diri kita sendiri?

sebenarnya, ujung pangkal curhat ini adalah karena kasus teman saya itu, saking marahnya, sampai jam segini saya ngga bisa tidur dan jadi kepikiran macam2 yang lain2.. semua hal yang bikin gondok muncul ke depan mata (tebarnasi.com)

Jb. Kemungkinan anda telah diperbudak oleh teman anda itu. anda merasa tidak nyaman ketika anda diperintah untuk berbuat sesuatu hal yang tidak ada hubungannya dengan dirimu dan semua perlakukan dia adalalah demi kepentingan dia sendiri, sehingga anda merasa anda sangat tertekang dan tidak damai, namun disamping itu anda masih membutuhkannya karena anda menumpang mobil dengannya dan membutuhkan beberapa pertolongan darinya.

Secara bijaksana, manusia adalah mahluk sosial dimana kita saling membutuhkan orang lain, jika kita memiliki teman yang bisa saling berbagi maka jagalah teman itu dan berbahagialah dan jika anda memiliki teman yang tidak seperjalanan dengan anda maka anda cobalah untuk meninggalkannya, karena tidak ada gunanya memaksakan suatu persahabata yang memang tidak cocok dan tidak ada yang saling mengalah.

Saran saya demi kebaikan anda berdua adalah cobalah katakan kepadanya apa yang anda tidak suka dengannya dan biarlah ia untuk berubah dan anda juga sedikit intropeksi diri terhadap apa yang tidak disukai olehnya. sehingga anda berdua dapat menemukan titik terang dalam persahabatan anda, maka jika anda memang tidak bisa bertolerir denganya lagi dan begitu juga sifat dia tidak dapat berubah, maka tinggalkanlah dia. itu merupakan salah satu solusi agar anda lebih tenang.

Senin, 09 Agustus 2010

Rumah Tangga tidak akur

Om piskolog.. saya mau curhat dong, skalian minta pendapat..

jadi begini, saya (cewe) tinggal di rumah keluarga (ortu dah ga ada) sama kakak saya dan istrinya. tadinya mereka mau pindah, tp krn mendadak ortu saya meninggal, akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal bersama saya. awalnya saya senang, krn rumah jadi rame. untuk kebutuhan sehari2, listrik, telepon, beras & makanan untuk piaraan kami (saya punya beberapa ekor anjing), saya yg tanggung. untuk beras makanan sehari2, aqua dan gas, mereka yg tanggung. tapi untuk beras sebenarnya saya tidak pernah makan sama sekali, krn saya jarang makan dirumah. awal2 kami suka pergi bareng, ke mall, jalan2. tapi sejak istrinya hamil tua, saya mulai merasa mereka seperti mengambil jarak, seringkali saya tidak diikutsertakan. cuma saya maklumi saja, mungkin memang mereka ingin sekeluarga sendiri saja. jadi saya mulai terbiasa untuk sendiri, jalan2 sendiri, beli makanan sendiri..

sampai akhirnya lahirlah anak mereka, dan ibu dari istri kakak saya untuk sementara tinggal dirumah. ibunya baik, rajin masak dan sering mengajak saya untuk ikut serta makan bareng, cuma saya selalu menolak krn sudah terbiasa sendiri sekarang, dan biasanya kalau sebelum pulang pun saya sempatkan beli makanan dulu, drpd makanan yg saya beli mubazir..

lalu setelah beberapa minggu, ibunya pulang. dan datanglah baby sitter. ini saya sempat bingung, krn wkt baby sitter datang, saya sama sekali tidak dikenalkan, padahal saya sudah bolak balik ketemu mereka, baru beberapa hari kemudian saya dikenalkan, dengan alasan sibuk jadi tidak sempat mengenalkan. ya sudah.. saya sabar aja..

suatu hari saya baru pulang, dan bertemu mereka di ruang makan, anehnya mereka berdua malah pura2 tdk melihat saya dan buang muka. saya sempat mikir, kenapa lagi ini? jujur kadang tingkah mereka bikin saya bingung. saya sampai memastikan bolakbalik, dan mereka terus seperti itu. ya sudah, akhirnya sampai sekarang, kami tidak pernah berbicara lagi karena setiap kali berpapasan, pasti mereka berbalik badan dan pura2 saya tdk ada.

sekarang saya mulai berfikir untuk pindah dan mencari kontrakan saja. tapi saya bingung, selama ini mereka ngga pernah mengurus rumah ini, takutnya kalau rumah ini saya tinggalkan, malah jadi hancur. ini dr pengalaman saya meminjamkan barang ke mereka, mulai dari panci sampai handphone, yang saya pinjamkan dalam keadaan mulus dan baik, namun kembali dalam keadaan rusak dan tidak bisa dipakai lagi. waktu mengembalikan pun tidak ada kata maaf krn sudah mengembalikan dlm keadaan rusak, mereka cuma bilang, "ini, saya udah beli yg baru". yah, cuma barang.. sabar lagi deh...
tapi kalau rumah keluarga ini sampai tdk diurus, saya sedih juga.. krn banyak kenangan2 indah dirumah ini bersama ortu saya..

saya pernah cerita ke teman saya, dan dia bilang, mungkin mereka mau mengusir saya secara halus. tapi ini kan rumah saya juga..?
menurut om psikolog gimana, apakah saya harus pindah, ataukah bertahan..? karena sejujurnya saya sudah mulai stres tinggal disini, setiapkali saya berangkat kerja, saya merasa senang. tapi setiapkali saya pulang, saya merasa sedih.. hanya saja saya punya piaraan yg harus diurus, jadi ngga mungkin saya ngga pulang2. kalaupun seandainya saya kontrak, pasti saya cari tpt yg tanahnya agak luas, supaya piaraan saya bisa diajak juga.

maaf ya kalau kepanjangan... ini uneg2 saya selama hampir satu tahun.... (forum.detik.com)

Jb. Saya ikut prihatin dengan permasalahan anda. ada beberapa kemungkinan yang menunjukkan bahwa anda memang tidak disukai untuk tinggal disana karena beberapa faktor penyebab, seperti mereka tidak mengharapkan keberadaan anda karena kemungkinan ada isu untuk menguasai rumah tersebut atau mereka tidak menyukai dengan perilaku anda/perilaku anda tidak sesuai dengan yang mereka inginkan sehingga itu bisa menjadi motif bahwa mereka tidak menyukai anda disana.

Cobalah anda berfikiran positif terlebih dahulu, seperti mengintropeksi diri anda atau ajaklah mereka berkomunikasi dan berkonsultasi tentang sesuatu hal yang menganjal dalam diri mereka terhadap kehadiran anda. Cari tahulah mengapa mereka tidak menyukai anda kemudian intropeksi diri anda sehingga akan terjadi kerukunan dalam sebuh rumah tangga.

Kemudian janganlah memiliki perasan negatif dan perasaan tidak nyaman lagi ketika berada di rumah anda. ingatlah itu adalah rumah orang tua anda, maka jagalah baik baik dan pertahankan sebaik-baiknya agar semua kerukunan dapat terjadi... ciptakan kenyamanan tersendiri jika sedang sendiri dan ciptakan kenyamanan dan rasa aman ketika berada bersama saudara di dalam rumah dan jangalah berpikir yang bukan-bukan.. anda mempunyai hak dengan rumah tersebut dan jangalah mudah tersingung oleh sikap saudara anda. anggap saja mereka mempunyai permasalahan tersendiri/pribadi.

Senin, 04 Januari 2010

Anak tidak akrab dengan Orangtua

Pak Mentor nanya dunk ;D saya ada sedikit kasus yang mau saya tanyakan solusinya...

ada teman saya si A, dia orangnya tertutup dengan orang yang terdekat contohnya keluarganya sendiri, dia lebih memilih terbuka dengan orang lain seperti teman or dll..yah karena orang tuanya sibuk jadi kurang komunikasi, dia gak bisa terbuka sama sekali dengan orang tuanya....susah untuk bisa dekat dengan mereka..uda usaha tetapi gak gampang...seperti orang asing aja..kalo gak penting gak ngomong sepertinya gak masalah ;D susah mengungkapkan isi hati secara wajar....

apakah hal seperti ini bisa diubah, yah yang sewajarnya anak pasti paling dekatnya dengan orang tua en sodara kandung :haha..terimakasih sebelumnya...(forum.wgaul.com)


Jb. Oh begitu yach.. memang ada sebagian anggota keluarga yang rukun dan akrab namun ada juga yang berjalan sendiri-sendiri karena mungkin kesibukan atau kurang cocok diantara satu dengan yang lainnya atau keluarga yang cuek dan keluarga yang liberal dan masih banyak sekali jenis dan bentuk keluarga yang berbeda-beda.

kemungkinan si A itu mempunyai keluarga yang lebih banyak sibuknya di luar dan tidak mempunyai banyak waktu untuk berkomunikasi.. itu hal yang biasa sich asalkan tidak mempunyai konflik diantara satu dengan yang lainnya.

Untuk menjalin suatu hubungan memang harus adanya kelibatan kondisi di antara kedua pihak.. jika sang anak ingin berkomunikasi dengan orang tua namun orang tua tidak mempunyai banyak waktu maka tidak bisa juga terjadi suatu komunikasi begitu juga sebaiknya..

oleh sebab itu maka perbanyaklah kedua pihak tersebut bersama-sama, seperti di hari libur, malam minggu atau minggu mencari waktu untuk bersama-sama, seperti makan bersama, ke pusat belanja bersama atau mencari olahraga berenang bersama-sama sehinga terciptalah banyak komunikasi dan hubungan yang akrab...

untuk keterbukaan.. memang harus adanya suatu niat, keberanian dan proses belajar.. cobalah untuk berniat membuka diri kepada orang tuanya dan belajar untuk menciptakan suasana yang nyaman ketika berkomunikasi dan jangan terlalu sensitif dengan kata-kata orang karena jika kita sensitif maka suatu pembicaraan akan berhenti karena ada salah satu yang tersingung.. cobalah untuk membicarakan masalah yang ringan terlebih dahulu atau basa basi yang bertujuan supaya bisa akrab..