OLEH : PSIKOLOG FUDIN PANG DARI "ACCURATE" HEALTH CENTER MEDAN

Home

Tampilkan postingan dengan label Tidak Akur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tidak Akur. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Oktober 2012

Hubungan tidak harmonis antara menantu dan mertua

Saya sudah menikah selama 4 tahun dan dikaruniai 1orang putri yang manis,selama pernikahan saya tidak pernah akur dengar keluarganya karena saya menilai keluarganya tidak pernah menghargai saya sebagai istri karena dlm hal apapun tidak pernah diberitahukan kepada saya. Saya pernah mendengar langsung bahwa orang tuanya mengajarkan anaknya untuk bercerai ketika rumah tangga dilanda masalah.hal hal seperti itulah yang membuat saya menjauh dari mereka dan mereka juga tidak menyukai saya.suami adalah tipe otoriter yang menganggap dirinya adalah kepala keluarga yang selalu mengambil keputusan sendiri tanpa kompromi dan hal ini juga sering saya protes bahwa dalam kehidupan berkeluarga harus ada kompromi terapi suami tidak mau mendengar. Akhirnya terjadi pertengkaran antara saya dan keluarganya karena sesuatu hal dan keluarganya mengadukan hal yang tidak tidak mengenai saya kepada suami.suami lebih mempercayai pihak keluarganya dan dia menganggap saya sebagai istri tidak menghargai dia dan menginginkan perceraian.Mengingat anak yang masih kecil dan saya tidak mau karena keegoisan ortunya dia yang menjadi korban saya tidak meladeni permintaannya.Dalam hal ini saya mengambil sikap untuk merubah sifat saya dan menuruti kehendak suami walaupun dengan terpaksa. Apa yang mesti saya lakukan supaya hati saya rela untuk menjalankan semua ini?[/QUOTE]

Jb. Sepertinya ini merupakan cobaan yang cukup berat dari kehidupan anda. Intropeksi diri memang hal yang diwajibkan oleh setiap orang dalam menjalani setiap kehidupan dan tidak menyalahkan orang lain, karena semua yang terjadi adalah kebaikan bagi diri kita, ingat terhadap ilmu dunia yang mengajarkan mengenai hukum tanam dan tunai. apa yang kita perbuat itulah yang kita dapatkan. oleh sebab itu, intropeksi merupakan jalan salah satunya agar kehidupan kita menjadi lebih baik lagi, namun berbuatlah dari hati, yaitu dengan keikhlasan, kesabaran, bersyukur dan pasrah kepada Tuhan.

Solusilah menang cenderung ke arah spritual, namun anda bisa mengambil jalan yang paling bijaksana bagi dirimu dan orang lain. Lakukan hidup ini sebaik mungkin dan terimalah segala konsekuensinya karena hidup ini adalah pilihan dan perjuangan.

Senin, 28 Februari 2011

Rumah Tangga di ambang Penceraian

Dear Bapak psikolog, saya mau minta sarannya nih. Kayaknya saya merasa sekarang ini pernikahan saya semakin dalam masalah. Sekarang ini saya merasa suami makin betul2 berbeda. Kami sudah menikah 5 tahun dan punya seorang malaikat mungil berumur 1.5 tahun. Sebenarnya sudah banyak saran dari teman dari dulu untuk meninggalkan dirinya, karena melihat sikapnya yg kadang2 sangat tidak bertanggung jawab dan suka selingkuh. Bisa saja dia tidak pulang berhari2 padahal saat itu saya sedang sakit, sampai kadang teman saya yg membantu menolong keadaan kami saat itu. Semua uang maunya di bawa oleh dirinya, malah kadang dia tidak pernah ingat untuk meninggalkan uang untuk beli beras ataupun kebutuhan sehari2. Bahkan pernah sewaktu waktu saya minta tolong untuk di antarkan kerumah sakit demi sikecil,dia lebih memilih ke pesta ulang tahun pacar temannya, karena gak enak hati alasannya saat itu. Sekarang di tambah dia jadi pencemburu yang berlebihan kepada saya, sampai menurut saya dia cemburu ke orang yg sangat tidak masuk akal buat di cemburui. Dan berbicara sangat kasar kepada saya. Selain itu sekarang, dia jadi pemarah, entahlah, apa2 semua menjadi salah saya, sampai hal kecil pun bisa bikin dia berkata kasar di depan orang lain. Kadang teman2 menjadi gemes ke saya, karena saya tidak pernah komplein atau membantah apa yg di perbuat suami. Sebenarnya dulu waktu awal2 saya selalu berusaha bertanya jika ada sesuatu yg tidak cocok menurut saya, tapi suami bisa marah2 sampai saya malu dengan tetangga. Lama2 saya sudah males untuk berantem, jadi saya diamkan aja apa yg dia mau sesukanya. Sempat saya tanyakan apa masalahnya sebenarnya, memang dari dulu suami saya sangat susah untuk di ajak diskusi, biasanya dia hanya mendiamkan saja suatu masalah dan tiba2 merasa baikan lagi. Kadangkala saya malah tidak tau salah saya di bagian yg mana. Anehnya lagi kalo di depan keluarganya dia begitu manis, karena saya juga tidak pernah menjelekkan tentang semua sikapnya selama ini di depan keluarga. Sekarang ini, rasanya saya sudah tidak tahan atas semua sikapnya, dari dulu sangat berpantang bagi saya untuk mengucapkan kata cerai. Tapi saya merasa makin hari dia makin tidak menghargai kami. Dia bisa pergi berpesta dan mabuk2an tanpa peduli apakah kami makan, sehat atau baik2 saja. Dan ketika pulang pun dia hanya tidur tanpa mau di ganggu dan pergi lagi. Yang saya pikirkan sekarang apa kata keluarga kalo saya pingin berpisah darinya, saya sangat malu untuk membongkar ini semua. Apalagi kata berpisah ini akan terucap dari ke inginan saya. Mohon sarannya... (forum.detik.com)

Jb. Sebaiknya anda berdua segera untuk berkunjung kepada seorang ahli psikologi atau psikolog untuk mengetahui bagaimana perbedaan diantara kalian berdua, apa yang telah terjadi pada pernikahan anda berdua atau apa yang ada salah dari kedua sikap kalian berdua. Carilah solusi demi solusi dan jangan mengatakan perceraian apabila segala sesuatu masih bisa diubah.

Saran saya adalah cobalah anda bertobat dan meminta pertolongan selalu kepada Yang Maha Kuasa. Jika anda bisa bertobat maka otamatis suami anda juga akan dapat bertobat. Perbanyaklah berbuat kebajikan melalui perbuatan, ucapan dan pikiran. Ingat pepatah yang mengatakan bahwa apa yang kita perbuat adalah apa yang kita terima. Kemungkinan anda pernah berbuat salah sehingga anda mendapatkan penerimaan yang seperti ini dan membuat anda tidak berbahagia.

Benahi diri anda sebaik mungkin dan carilah solusi dari pihak ketiga yang profesional untuk membantu anda menyelesaikan sedikit demi sedikit permasalahan anda dan janganlah mengambil keputusan yang kurang baik dan dapat membuat anda menyesal untuk di kemudian hari. Tetaplah bertahan dan yakinlah segala sesuatu akan berubah.