OLEH : PSIKOLOG FUDIN PANG DARI "ACCURATE" HEALTH CENTER MEDAN

Home

Tampilkan postingan dengan label Penceraian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penceraian. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Februari 2011

Rumah Tangga di ambang Penceraian

Dear Bapak psikolog, saya mau minta sarannya nih. Kayaknya saya merasa sekarang ini pernikahan saya semakin dalam masalah. Sekarang ini saya merasa suami makin betul2 berbeda. Kami sudah menikah 5 tahun dan punya seorang malaikat mungil berumur 1.5 tahun. Sebenarnya sudah banyak saran dari teman dari dulu untuk meninggalkan dirinya, karena melihat sikapnya yg kadang2 sangat tidak bertanggung jawab dan suka selingkuh. Bisa saja dia tidak pulang berhari2 padahal saat itu saya sedang sakit, sampai kadang teman saya yg membantu menolong keadaan kami saat itu. Semua uang maunya di bawa oleh dirinya, malah kadang dia tidak pernah ingat untuk meninggalkan uang untuk beli beras ataupun kebutuhan sehari2. Bahkan pernah sewaktu waktu saya minta tolong untuk di antarkan kerumah sakit demi sikecil,dia lebih memilih ke pesta ulang tahun pacar temannya, karena gak enak hati alasannya saat itu. Sekarang di tambah dia jadi pencemburu yang berlebihan kepada saya, sampai menurut saya dia cemburu ke orang yg sangat tidak masuk akal buat di cemburui. Dan berbicara sangat kasar kepada saya. Selain itu sekarang, dia jadi pemarah, entahlah, apa2 semua menjadi salah saya, sampai hal kecil pun bisa bikin dia berkata kasar di depan orang lain. Kadang teman2 menjadi gemes ke saya, karena saya tidak pernah komplein atau membantah apa yg di perbuat suami. Sebenarnya dulu waktu awal2 saya selalu berusaha bertanya jika ada sesuatu yg tidak cocok menurut saya, tapi suami bisa marah2 sampai saya malu dengan tetangga. Lama2 saya sudah males untuk berantem, jadi saya diamkan aja apa yg dia mau sesukanya. Sempat saya tanyakan apa masalahnya sebenarnya, memang dari dulu suami saya sangat susah untuk di ajak diskusi, biasanya dia hanya mendiamkan saja suatu masalah dan tiba2 merasa baikan lagi. Kadangkala saya malah tidak tau salah saya di bagian yg mana. Anehnya lagi kalo di depan keluarganya dia begitu manis, karena saya juga tidak pernah menjelekkan tentang semua sikapnya selama ini di depan keluarga. Sekarang ini, rasanya saya sudah tidak tahan atas semua sikapnya, dari dulu sangat berpantang bagi saya untuk mengucapkan kata cerai. Tapi saya merasa makin hari dia makin tidak menghargai kami. Dia bisa pergi berpesta dan mabuk2an tanpa peduli apakah kami makan, sehat atau baik2 saja. Dan ketika pulang pun dia hanya tidur tanpa mau di ganggu dan pergi lagi. Yang saya pikirkan sekarang apa kata keluarga kalo saya pingin berpisah darinya, saya sangat malu untuk membongkar ini semua. Apalagi kata berpisah ini akan terucap dari ke inginan saya. Mohon sarannya... (forum.detik.com)

Jb. Sebaiknya anda berdua segera untuk berkunjung kepada seorang ahli psikologi atau psikolog untuk mengetahui bagaimana perbedaan diantara kalian berdua, apa yang telah terjadi pada pernikahan anda berdua atau apa yang ada salah dari kedua sikap kalian berdua. Carilah solusi demi solusi dan jangan mengatakan perceraian apabila segala sesuatu masih bisa diubah.

Saran saya adalah cobalah anda bertobat dan meminta pertolongan selalu kepada Yang Maha Kuasa. Jika anda bisa bertobat maka otamatis suami anda juga akan dapat bertobat. Perbanyaklah berbuat kebajikan melalui perbuatan, ucapan dan pikiran. Ingat pepatah yang mengatakan bahwa apa yang kita perbuat adalah apa yang kita terima. Kemungkinan anda pernah berbuat salah sehingga anda mendapatkan penerimaan yang seperti ini dan membuat anda tidak berbahagia.

Benahi diri anda sebaik mungkin dan carilah solusi dari pihak ketiga yang profesional untuk membantu anda menyelesaikan sedikit demi sedikit permasalahan anda dan janganlah mengambil keputusan yang kurang baik dan dapat membuat anda menyesal untuk di kemudian hari. Tetaplah bertahan dan yakinlah segala sesuatu akan berubah.

Senin, 29 November 2010

Rumah Tangga di ambang Kehancuran

Mohon pencerahannya atas perasaan dan pikiran saya, terimakasih.

Saya menikahi Amara (bukan nama asli) karena kasihan. Amara adalah kakak mantan pacar saya. Amara datang ke tempat saya sewaktu hamil 4 bulan diluar nikah dg suami dan bapak orang. Saya merawat Amara sampai melahirkan bayinya.

2 bulan kemudian kita menikah karena saya berpikir menikah tanpa adanya paksaan atau ancaman hal (status bayi itu). Orang tua Amara tidak tahu kalo calon suaminya adalah mantan pacar adiknya. Saya minta untuk jujur kepada Amara tp ia menolak, akhirnya kita menikah hanya dengan Wali Hakim. Bayi itu sekarang sudah memiliki status.

Tahun pertama kita berdua tidak memiliki pekerjaan tp puji syukur Tuhan masih memberikan bantuan dari teman² untuk kita ber 3 hidup di desa. Tiba² Ibu mertua saya datang, mendengar cerita fitnah bahwa saya melarikan anaknya---hampir saya dikeroyak massa karena beliau adalah seorang pejabat. Tapi setelah dijelaskan semua tenang.

Tak lama kemudian anak kita diambil oleh mertua saya dengan alasan ekonomi---kita berdua harus mencari pekerjaan. Akhirnya kita keluar kota yg jauh dan hidup disana. Tahun pertama kita bekerja susah payah dan akhirnya dapat mengambil anak kita yg sedang diasuh mertua saya. 1 tahun kita tinggal bertiga dg damai. karena suatu hal saya keluar dari pekerjaan. Dan istri saya mulai kerja lagi, saya juga masih ada kerja part time jadi saya masih sempat mengasuh anak saya.

Mulai dari ini istri saya kerja dia sering tidak jujur terhadap saya. Bahkan dia beberapa kali bolos kerja karena tawaran klien dia untuk makan siang. Saya diam dan masih sabar. Tapi dia tidak mau berubah, akhirnya saya marah karena ia selalu sibuk dgn pekerjaannya sedangkan anak kita sedang sakit. Kita berantem sampai ancaman cerai. Tapi kita rukun kembali setelah saya dapat pekerjaan tetap kembali.

9 bulan kemudian saya ada masalah di kantor dan terpaksa saya harus berhenti. Kembali istri saya mulai cari kerjaan baru. Saya gantian yg mengasuh anak kita. Tak lama kemudian saya dapat pekerjaan baru. Kita berdua sama² kerja dan anak kita, kita titipkan di pengasuhan anak. hanya 1 minggu istri saya tidak betah. dan meminta orang tuanya mengambilnya kembali untuk diasuh. Saya tidak mengijinkan karena istri saya tertekan pekerjaan. Tapi dia ngotot, dan anak kita terpaksa pisah dg kita. Istri saya berjanji tidak akn kangen tp tiap hari selalu ingat anak kita terus. saya sering ajak jalan² sewaktu hari libur tp tetep saja dia selalu ingat.

6 bulan kemudian kita berdua keluar dari pekerjaan. dan saling menyalahkan. akhirnya kita pinjam uang ke masing² orang tua untuk hidup. Beberapa minggu Ibu saya menawari istri saya untuk pegang usahanya karena karena mau ditinggal ke luar negeri. Saya tidak mau karena saya sedang merintis usaha sendiri. Saya antar istri saya ke orang tua saya. selang 3 hari istri saya berubah pikiran dan ingin ikut dgn orang tua nya. Sejak itu kita sering berargumen sampai² istri saya selingkuh. Saya beritahu orang tua meraka tp tidak percaya meski saya punya bukti. Dan saya berani dipanggil ke Hukum. Dia melakukan hal itu melalui e-mail nya yg tidak sengaja saya check sewaktu dia pergi online di warnet. Dia tidak mengetahui kalau saya selama ini tahu password dia. Sampai saya menyaksikan sendiri dia chatting dengan orang lain dgn nafsu menggebu². Yang membuat saya gak habis pikir mereka saling menukar foto tanpa busana. 2 malam sejak itu saya tidak tidur di rumah. Saya tinggalkan istri saya. Tp, saya tetep gak tega saya tinggalkan rumah dan isinya untuk dia. Semua barang saya tinggalkan. Saya cuma pulang ke orang tua saya dgn kardus yg isinya pakaian dan dokumen saya. Orang tuanya meminta saya untuk menceraikan dia, dgn alasan dia tidak lagi cinta dgn saya. Saya turuti. Dan untuk menghilangkan rasa sakit hati saya, saya harus menjadikan istri saya jadi adik saya. Karena, hampir 5 tahun kita bersama sulit untuk melupakan.

Saya merasakan BENCI, SAKITHATI tapi saya juga masih merasakan KASIHAN, SAYANG. Sekarang ini kita sedang proses untuk cerai. JIka saya menuntut HAK keadilan maka banyak orang akan mengalami musibah.

Apakah ada orang yg bisa memberikan solusi bijaksana? (wihara.com)

Jb. Saya ikut prihatin dengan masalah yang anda hadapi.

Saran terbaik saya adalah jika memang anda berdua masih bisa merajut kembali hubungan rumah tangga anda maka apa salahnya saling mencoba dan memperbaiki diri agar tidak banyak orang juga yang tersakiti akibat rumah tangga anda berdua yang hancur.

Cobalah anda berdua pergi mencari seorang moderator, seperti mencari seorang psikolog menjadi penengah atas permasalahan kalian berdua, membenahi lagi kepribadian dan penerimaan karakter dan kelemahan kalian berdua, atau mencari seorang ahli agama untuk membantu mencari saran atas perselisihan rumah tangga anda berdua.

Cobalah untuk saling intropeksi diri dan mencoba untuk saling memaafkan dan membiarkan permasalahan ini berlalu dan kembali hidup normal seperti biasanya.. cobalah untuk melupakan trauma dan rajut cinta dan kasih sayang kembali...

Mencoba belajar adalah hal terbaik yang bisa anda lakukan dan jika memang tidak bisa lagi, maka jangan terakhir adalah musyawarah kepada beberapa pihak terkait agar tidak ada orang ikut tersakiti.

Senin, 23 Agustus 2010

Orang tua Bercerai

ortu sya brusan ( 5 mnt sbelum sya post komen ini ) bikin surat perceraian dan sudah diberi matre dan ditandatangani .. sya tdk tau harus ngapain .. saya tiga bersaudara dengan kakak laki2 saya dan adik perempuan saya hanya bisa terdiam dan mendengarkan dan ikut menandatanganinya .. padahal muka kami bertiga sudah merah .. ( mau nangis ) .. apa yg harus saya lakukan ? ibu / mama / nyokab saya akan pergi besok .. mohon penceraahhannya atau nasihat yg dapat buat mereka terharu dan kembali seperti apa (indowebster.web.id)

Jb. Saya ikut prihatin terhadap permasalahan anda. Saran saya adalah cobalah untuk tegar/tabah/pasrah dalam menjalani kehidupan anda ini.. Anggaplah ini adalah pengalaman dan perjalanan hidup yang harus anda hadapi... hadapilah kenyataan hidup ini. karena walaupun bagaimanapun anda harus tetap menjalani kehidupan ini dan mengapai masa depan anda.. orang tua dan anda itu tidak sama dan setiap orang memiliki hak masing masing dalam menentukan kebahagiaan mereka. jika orang tua ada memilih untuk mengambil cara untuk bercerai,maka kita sebagai seorang anak juga harus memakluminya agar mereka berdua bisa hidup berbahagia.... sebagai seorang anak memang cukup trauma, namun maafkanlah mereka dan janganlah menyimpan dendam dan kelak anda juga akan menjadi seorang yang lebih baik dan kuat mentalnya.. jika anda masih mempunyai kekuatan untuk menyatukan mereka maka berusahalah dan jika anda tidak dapat melakukan apapun maka bersikaplah pasrah dan terimalah keadaan ini jika hal ini memang jalan yang terbaik.

Kamis, 24 Desember 2009

Penyebab Penceraian

sbnrnya apa sih penyebab perceraian yg sekrg ini sering ato bahkan gampang sekali terjadi?? (forum.kompas.com)

Jb. penyebab penceraian adalah ketidakcocokan dalam suatu rumah tangga, beda prinsip dalam mengarungi rumah tangga kemungkinan juga ada kekerasan dalam rumah tangga.. biasanya orang pacaran itu masih menjaga sikap dan memakai topeng setelah menikah maka semua sifatnya akan keluar.. jika pasangannya bisa menerima maka hubungan itu akan berlanjut terus dan penyebab ekstrenalnya mungkin adanya perselingkuhan, dsb...