OLEH : PSIKOLOG FUDIN PANG DARI "ACCURATE" HEALTH CENTER MEDAN

Home

Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 November 2012

Mengalah di Keluarga

Curhat nih

belakangan suka ngalah di keluarga, semakin dewasa kah aku? atau hanya ingin terlihat lebih sabar dari orang lain?  (lautanindonesia.com)


Jb. Mengalah itu baik berarti kamu belajar untuk melepaskan dan mengikhlaskan egomu. Tetaplah semangat.

Senin, 03 September 2012

Keluarga yang tidak peduli

Pak, Bagaimana jika keluarga seakan tak peduli .. ??
saya mengalami itu semua .(forum.viva.co.id)


Jb. Cobalah anda sendiri berjuang dan berkorban lebih bijak untuk berubah menjadi lebih baik dan memberikan yang terbaik kepada keluarga agar kehormanisan keluarga dapat terjaga kembali.

Senin, 13 Agustus 2012

Kurang harmonis dengan keluaga

Pak, np ya akhir2 ini q merasa menjauh dri kluargaq,padahal ini kan bln puasa,bln yg tempat buat kumpul bareng,walau satu rumah satu atap... tp kxkx mulai ada miss comunication......
apa yg harus q lakukan? (lautanindonesia.com)


Jb. Kemungkinan kurang komunikasi di antara kedua pihak, coba anda memulai terlebih dahulu untuk menjalani tali kasih dengan berbicara, berdiskusi, memberikan perhatian dan kasih sayang kepada keluarga tanpa pamrih sehingga mereka juga dapat menanggapi anda secara baik.

Senin, 12 Desember 2011

Masalah dendam dengan keluarga

Pak, gw lg ngalemin masalah ma kluarga, ada dendam gitchuuu, gmana dunk? Masalahnya ini trkait pandangan yg brbeda (lautanindonesia.com)

Jb. Masalah akan selesai jika kedua pihak dapat saling mengerti dan perhatian. Cobalah anda berusaha terlebih dahulu untuk mengalah dan memperbanyak kasih sayang kepada keluarga anda, maka kemungkinan besar keluarga anda juga akan berubah sehingga semua permasalahan dapat diatasi dengan baik dan komunikasi dapat berjalan dengan lancar.

Senin, 01 Agustus 2011

Topeng Sosial

Pak, saya sedikit kesulitan berbicara dengan orangtua, terutama dari hati ke hati Pak, kalau bapak mengerti maksud saya.
Untuk Ibu, beliau orangnya keras, saya cukup sulit berbicara dengan beliau..

TERUTAMA masalahnya yaitu, ketika beliau membawa teman kantornya (laki-laki) berkunjung ke rumah kami.. Dan itu tiap hari Pak.
Saya kurang senang, terlebih lagi karena saya sulit sekali membicarakan masalah ini dengan ibu saya.
Mungkin bapak tidak mau menyinggung masalah agama, tapi biar bagaimanapun, permasalahan saya ini terkait dengan agama yang kami sekeluarga anut pak.
Dalam agama kami, pergaulan antara laki-laki dan perempuan itu hendaknya dibatasi sebelum terikat tali pernikahan.

Padahal ada ayah saya pak. Ah.. saya jadi pusing.
Ayah saya sangat tidak suka konflik. Jika terjadi suatu ketegangan, beliau lebih memilih mengalah dan bersabar, walaupun mungkin beliau bisa beralasan.
Tapi mungkin beliau orangnya cukup keras kepala, secara explisit mungkin tidak terlihat. Tapi terlihat ketika beliau ingin mengerjakan sesuatu dengan caranya sendiri.

Saya sudah pernah mengutarakan isi hati saya terkait masalah ini dengan mereka berdua. Namun reaksi yang saya terima bisa dibilang mengecewakan, dan teman ibu saya ini terus saja datang ke rumah hingga kini.

Ingin rasanya sekedar bertanya/ mengetahui apa sebenarnya kepentingan teman ibu saya ini sehingga harus terus datang ke rumah kami. Ada urusan apa?
Tapi hati saya terlanjur menciut pak. Berat bibir ini untuk menanyakan hal ini, baik itu kepada ibu saya, ayah saya, maupun langsung kepada teman ibu saya itu.

Dan mungkin perlu bapak ketahui, kedekatan ibu saya dengan temannya itu tak hanya sebatas dia berkunjung ke rumah kami pak.
Bahkan saat-saat di mana ibu, ayah, dan adik-adik saya bepergian ke mall atau ke pameran (jakarta fair, misalnya), teman ibu saya ini rajin ikut pak. Seakan dia ini sudah seperti keluarga sendiri saja.

Lalu masalah saya yang kedua.
Saya juga sulit mengungkapkan isi hati saya kepada teman-teman saya.
Ini juga sedikit terkait masalah agama.
Misalnya saja, saya ingin mengajak mereka ke tempat ibadah, atau sekadar menegur mereka ketika mereka ingin melakukan hal yang kurang baik menurut pemahaman beragama saya.

Saya merasa kurang bisa berteman dengan baik.
Saya tidak bisa menjaga pertemanan saya.
Sahabat itu butuh "menjadi apa adanya", tetapi saya sulit melakukan itu.
Saya sulit menjadi "apa adanya" di depan orang lain.
Ketika saya merasa saya memiliki kekurangan, langsung saya pasang tameng (muka sok cool, seperti tidak ada masalah)

Saya akhir-akhir ini sering kesal, karena saya seperti tidak menjadi diri saya sendiri.
Selalu memakai topeng ketika bertemu dengan orang lain. Apa yang sebenarnya saya rasakan, atau apa yang sebenarnya ingin saya ucapkan atau lakukan, sulit sekali diucapkan/ lakukan.

Pikiran, hati, jiwa, dan tindakan saya, seperti sulit dikendalikan..

Saya butuh ketenangan jiwa,
butuh teman untuk menyampaikan keluh kesah,
butuh orangtua yang "mengerti" apa yang anaknya butuhkan, bukan orangtua yang sekedar memberi uang jajan, .. karena saya merasa selama ini selalu dimanja orangtua..
Bukannya saya tidak bersyukur atau apa, tapi bukankah mampu berdiri sendiri adalah hal yang penting?

Saya juga butuh sahabat yang mengerti kalau saya salah dan mau menasihati saya, tapi ketika sudah datang yang seperti itu, malah saya sia-siakan.

Mohon pencerahannya Pak Fudin Pang, dan terima kasih sebelumnya. (kaskus.us)

Jb.

Permasalahan pertama, mungkin anda mencoba untuk mendekatkan diri terhadap ibu anda tanpa mencampuri urusan pribadi anda atau mendekatkan diri terhadap teman ibu anda tanpa mencampuri urusan pribadi orang sehingga anda bisa mengetahui setidaknya siapa teman ibu anda dan anda juga dapat menjaga keakraban bersama ibu anda tanpa rasa curiga yang berlebihan.

Pertama yang perlu dihilangkan adalah rasa curiga yang berlebihan dan bersikap hormat dan menghargai orang tua anda dan walaupun orang tua anda melakukan kesalahan, maka sadarkan dengan cara yang baik dan tidak melakukan sikap yang bodoh.

Permasalahan kedua adalah memang dalam berinteraksi sosial kita perlu menggunakan topeng sosial, misalnya kepada siapa kita berhadapan, kepada sifat apakah kita berinteraksi sehingga kita lebih mudah beradaptasi. Ketika kita sendiri maka kita dapat mengeluarkan sifat asli kita dan tidak memerlukan topeng sosial, namun bersama orang tua, keluarga maupun teman baik kita maka penggunakan topeng sosial janganlah terlalu berlebihan karena akan menyiksa diri kita.

Senin, 25 Oktober 2010

Keluarga tidak Harmonis

salam bahagia selalu pak....

Pak saya mau tanya ttg masalah orang tua saya,,,Papa orangnya kaku jarang bicara kalo ga ada yg mau ditanya suaranya ga keluar, dia juga kasar kalo ibu saya bilng dia sperti ular tidur kalo dicolek dikit langsung matok. Kami anak2nya udah biasa dipukuli dihajar seperti maling dari kecil. Karna sekarang udah besar2 aja kami udah bisa melawan tangan dan kakinya ga melayang lagi. Tapi yg jd sasaran skrg ibu.... masa cuma gara2 kopi ga penuh aja subuh2 dia bisa bnting cangkir kopinya dan asbak sambil teriak...kita dibilang binatang kalian....saya dlm kondisi hamil muda skrng krn suami kerja di luar sejak seminggu yg lalu krn mulai mabok2 saya pulang kerumah orang tua,

Pak sekarang ibu saya mau bercerai meraka udah tua2...papa 62 thn..ibu 56th...masa udah umur segitu mau cerai??

ibu merasa udah ga kuat dengan kekasaran papa...saya juga udah trauma pak...kami semua anak2 kalo ada papa dirumah merasa ga lepas.....sejak saya pulang kerumah seminggu ini saya perhatikan dr mereka bangun subuh ga ada pembicaraan sm sekali kecuali suara ibu yg suka komen kalo nonton tivi...tp kalo papa dia diam aja biar diajak bicara...sampai berdehem aja engga.....benar2 orangnya membosankan.sampai saya berpikir klao saya jadi ibu dr dulu sayaa udah pisah kalo punya suami kaya gitu.Kalo masalah tanggung jawab menafkahi papa bertanggung jawab tp secara batin dia kosong pak..... kadang ibu maunya sabtu minggu dia ga krja pergi kepengajian...tp dia slalu bilang cape....... ga pernah tu kami kaya keluarga orang pergi jalan2 mkn ke mall....sekali2 dia mau itu jg dgn muka masam pas bulan puasa buka di luar itu jg kalo udah dipaksa sama saya....

sya sekarang ga tau harus gimana....saya cape melihat mereka....saya cuma bisa bilang samaa ibu...lakukan apa saja yg bisa bikin ibu bahagia. walau kami anak2 ga menginginkan mereka berpisah tapi kalo itu yg bisa bkn mereka bahagia.....saya ikhlas (forum.detik.com)

Jb. Saya ikut prihatin terhadap pemasalahan yang menimpa anda, namun saya berharap bahwa anda sekeluarga dapat bersifat sabar dan penyayang kepada orang tua anda walaupun anda ditindas oleh beliau... memang tidak semua orang tua itu benar, orang tua juga adalah manusia yang bisa berbuat kesalahan. kesalahan yang ia buat pasti ada sebab dan akibatnya, bukannya mereka jahat, namun mereka kurang sadar saja atau diliputi oleh keobodahan batin.

Jika anda masih mempunyai kesempatan untuk menyadarkan orang tua kalian maka lakukanlah dengan sekuat tenaga dan janganlah sampai menyakiti orang tua anda walaupun mereka salah. kita mencoba sabar dan melakukan pembelaan diri saja, tapi janganlah membencinya..

anggaplah orangtua anda adalah teman anda walaupun ia terlihat kasar, kemungkinan memang orangtua anda pernah merasakan kehampaan atau trauma sehingga membuat ia begitu keras dan seakan akan kurang memberikan perhatian kepada anak-anaknya.

Sebagai anak cobalah untuk berubah dan lebih menyayangi dia tanpa pamrih atau perbanyak berbuat kebajikan sehingga rumah tangga dapat rukun kembali. walau bagaimanapun beliau adalah orang tua kita walaupun beliau sudah tidak sepantasnya, namun hargailah dan hormatilah beliau sebagai seorang insan yang pernah melahirkan kita. ingatlah jasa-jasa dan kebaikan beliau saja.

Senin, 15 Maret 2010

Menghadapi Keluarga yang tidak cocok

mo tanya nih....

saya laki umur 22th uda kerja, single, idup ama ibu aja serumah...
keluarga saya termasuk kluarga besar, punya yayasan yang mengurus 3 sekolahan di desa....meski saya idup di desa, saya merasa senang karena sudah kecukupan....tempat tinggal saya dikelilingi rumah sodara2 dari nenek....dari 13 keluarga yang merupakan anak nenek termasuk ibu saya, ada 7 keluarga yang kumpul di satu kampung....nah masalahnya mulai dari sini, om saya (adik kandung dari ibu saya), punya istri dan 2 anak....jujur saya bener2 gak suka ama istri om saya itu...yang pertama, dia jarang banget merhatiin anaknya yang pertama, jadinya anaknya yang pertama sering ikut saya kluar maen karena saya tau perasaan dia gmn, palagi dia cowo, jadi saya ajak kemana aja dia pasti mau....sedang anak keduanya cewe, dia mirip banget ama ibunya, dia masih SD kelas 3, tapi sifatnya yang ga nguati...masa pubernya uda dia lewati, padahal masih kecil gitu....dia juga suka ama teman2 seumuranku yang biasa maen sama saya....untuk masalah utama, yang pasti istri om saya lah....dia kayak parasit...klo ada sodara saya yang ekonominya menengah keatas, dia pasti deket trus, dikit2 duitnya diambil...tapi begitu sodara saya butuh apa2, istri om saya malah diem dan ninggalin dia....karang malah dia ngedeket ke ibu saya...apalagi dia punya utang duit 5,4jt ke saya 2 th lalu lum d bayar, padahal tuh duit mau saya pake buat modal nikah....saya pengen nasehatin dia, tapi gak bisa, masalahnya dia yang jaga nenek saya....jadi tiap saya mau ngomong ama istri om saya, saya mikirin nenek...jadinya ga tega....

gimana cara saya bisa nasehatin tuh orang...??? secara banyak banget sodara saya yang gak suka ma dia emang....

terimakasih... (indowebster.web.id)

Jb. Permasalahan anda cukup dilematis ya.. di satu sisi.. anda kurang menyukainya dan ingin menegurnya kemudian di sisi lain.. ia adalah orang yang lebih tua dari anda dan istri om anda sehingga anda sulit untuk berbuat apa-apa dan hanya diam saja.. Menurut saya, sebaiknya anda bersikap sabar dan jangan banyak mencari kesalahan dia sehingga anda bisa hidup dengan tenang bersama kehadiran dia.. Anda masih terlalu muda untuk menasehati dia sehingga anda akan mencari permasalahan baru lagi.. saran saya sebaiknya mintalah keluarga lain yang satu angkatan dengannya untuk menyadarkannya.. dan jika ia masih belum sadar maka sebaiknya anda menjauhinya dan jangan terlalu dekat dengannya, hanya sekedar basa basi dan ada hal penting saja.

Mengenai uang anda.. cobalah untuk meminta kepada terang-terangan karena itu adalah hak anda.. tagilah kepadanya sampai uang tersebut dikembalikan kepada anda.. namun tentunya jangan menggunakan kekerasan... mintalah kepada secara berkala dengan alasan yang jelas dan sedikit mendesak.

Tertutup karena banyak masalah keluarga

mau konsultasi yaa..
dulu saya adalah orang yang percaya diri dan optimis..
Tapi semenjak keluraga saya menghadapi masalah yang cukup berat saya mulai menjadi orang yang tertutup..tidak percaya diri dan bahkan seringkali rendah diri..

bagaimana cara mengatasinya supaya saya bisa kembali percaya diri dan tidak lagi tertutup..

thanks before.. (indowebster.web.id)

Jb. baguslah anda telah menyadari bahwa anda menjadi kurang percaya diri beserta penyebanya.. satu keuntungan untuk anda untuk segera berubah karena anda telah menyadari kelemahan diri anda.. cukup gampang buat anda untuk berubah sesuai dengan pengalaman/penyebab ketidak percayaan diri anda, yaitu dengan menerima seluruh pengalaman pahit anda ketika keluarga anda mengalami masalah dan jangan menyimpan ke dalam hati lagi.. bersikaplah pamrih, iklas dan pasrah disamping itu tetaplah berusaha untuk mengapai masa depan yang cemerlang.. masa lalu telah berlalu dan tidak mungkin akan kembali lagi maka setelah menyadari itu bersikaplah menerima dan bangkit kembali. anda akan menjadi orang yang lebih kuat menghadapi masalah.

Mengenai ketertutupan diri anda dapat anda ubah dengan mindset anda, yaitu perbanyak membuka diri anda terhadap orang lain, jangan merasa lemah dan curiga terhadap orang lain.. perbanyak bersosialisasi dengan orang lain yang bertujuan untuk menciptakan kenyamanan, keceriaan serta kegembiraan.bukan bertambah murung.

Mengenai rendah diri dan tidak percaya diri dapat anda tingkatkan dengan perbanyak menciptakan citra diri yang positif, berpikir positif, kurangi kecurigaan dan jangan memvonis diri lemah dan percaya pada kemampuan anda kembali.

Kamis, 04 Februari 2010

Kepribadian Anak dalam Keluarga

Apakah ada pengaruh kepribadian, sikap dan perilaku dari anak sulung, bungsu atau anak tengah ? dan jika ada apa saja ? (forum.kompas.com)

Jb. Setiap anak itu berbeda-beda.. dan tergantung oleh kepribadian, sikap dan perilaku dan tidak tergantung apakah ia merupakan anak sulung, bungsu atau anak tengah..

namun bisa dijelaskan juga menurut pola asuh keluarga, seperti biasanya anak sulung lebih diutamakan sedangkan anak tengah biasanya mencari teman di luar dan orang tua diam diam memperhatikan anak kedua dan anak bungsu lebih manja, lemah dan tidak terlalu diperhatikan namun disayang..

jadi kita tidak bisa menyebutkan bahwa anak pertama itu pasti keras kepala, dsb.. tergantung juga bagaimana pola asuh keluarganya terhadap anaknya, tergantung bagaimana pergaulan sosialnya, tergantung bagaimana pembelajarnnya sehinga terbentuklah kepribadian yang terdiri sikap dan perilaku dari anak tersebut.

Senin, 01 Februari 2010

Keluarga yang salah mendukung anak

Temen gw pernah bilang...famili ibu dia selalu bersatu....kalaupun [B]dia bersalah[/B]..famili ibu dia selalu bersatu untuk membela dia, tetapi berbeda dng famili bapaknya, kalau dia berbuat salah...dia akan dijatuhkan oleh famili bapak dia......menurut loe...sebetulnya mana yg betul nih famili ibu dia yg bersatu membela dia atau famili bapak dia yg menjatuhkan dia kalau dia berbuat salah ?, thx (forum.detik.com)

Jb. tergantung bagaimana permasalahannya.. jika memang berbuat salah dan masih didukung maka itu adalah menjatuhkan dan bukan mendukung dia.. jika dilihat dari penjelasan anda maka famili bapaknya yang benar dan famili ibunya yang kurang baik... membela orang yang salah akan memburuk kepribadian seseorang karena bisa membuat orang itu tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk..

Kamis, 21 Januari 2010

Pola asuh keluarga yang kurang baik

pak fudin yth saya mau curhat ni

ntah kenapa saya suka marah-marah besar kalo ada sedikit masalah yang menyinggung saya. misalnya, kalau saya nggak diundang ke ulang tahun temen deket, rasanya pengen marah2 n mencaci maki orang ittu.. dendaam banget. dan rasanya pengen bikin orang itu menderita seumur hidup karna saya anggap udah menghancurkan ketenangan hidup saya.

latar belakang keluarga saya memang keras sih. daridulu saya sering dimarahin kakak2, temen, dan terkadang ortu. tapi waktu itu saya selalu sabar. tapi kenapa sekarang udah nggak bisa sabar kayak dulu lagi ya?

mohon dijawab ya (indonesiaindonesia.com)



Jb. mungkin dulu pada saat anda masih kecil, anda masih tidak bisa berbuat apa apa atau tidak bisa membangakan apa yang telah menjadi milik anda dan dipacu karena anda mempunyai masa kecil yang kurang menyenangkan dan kurang dihargai oleh sebab itu setelah dewasa timbullah rasa dendam dan rasa tidak menghargai terhadap orang lain, timbul perilaku yang kasar karena dulu sering dikasari juga.. itu merupakan akibat pola asuh yang kurang baik dari sebuah keluarga yang kurang menghargai dan bertindak kekerasan terhadap anaknya maka setelah anaknya besar maka anak itu juga akan menjadi kasar.

informasi yang anda berikan sudah cukup jelas mengapa anda menjadi seorang pribadi yang suka marah marah dan kurang bisa menghargai orang lain dan cepat emosi.. itu disebabkan oleh pola asuh keluarga anda pada masa lalu..

solusinya adalah janganlah terlalu sensitif terhadap perkataan dan perilaku orang lain, lebih banyak bersikap iklas dan sabar ya..

Kamis, 24 Desember 2009

Keluarga Hancur Lebur

ko fudin, saya ingin berkonsultasi nih

Keluargaku, terdiri dari kakak, ayah,ibu dan aku sendiri. Ayah dan ibuku mempunyai pekerjaan masing2, mereka membuka usaha sendiri (wiraswasta), mereka bekerja dari pagi sampai malam (ayah kerja pagi sampai sore, terus membantu kerjaan ibu yang mulai dari pagi hingga malam).

Dahulu semasa kuliah S1 , aku mempunyai rencana/impian untuk melanjutkan kuliah S2 ke LN, kemudian dari situ nantinya juga ingin mendapat pekerjaan yang saya nikmati dan mendapat penghasilan yang mapan ( tipe2 impian yang umum ya ). Aku berani memimpikan hal ini, karena kondisinya juga mendukung, kakak-ku berada di rumah (dalam artian, kakak-ku membantu pekerjaan ayah dan ibu), aku pikir sih nantinya kakak-ku yang melanjutkan pekerjaan mereka di masa tuanya sedangkan aku bisa menggapi impianku ( sounds selfish )

Kemudian situasi tidak semulus yang saya harapkan, terjadi perselisihan antara ayah saya dan kakak, dimulai dari kesalah pahaman kecil2 hingga akhirnya jadi besar2 sendiri (mereka berdua sasling ngotot,dll ) akhirnya kakak memutuskan untuk pindah ke lain kota bersama dengan keluarganya (baru menikah kakak saya waktu itu) untuk hidup dan bekerja di lain kota tersebut.

Saya merasa tiba2 ada tembok besar yang menghalangi, rencanaku yang semula baik-baik saja seakan jadi hancur lebur, saya merasa emosi sekali pada kakak akan keputusan tersebut, tpi toh ya aku ya sadar itu haknya, dan aku gak bisa maksa.

Akhirnya, setelah lulus dari kuliah, aku jadi yang bantu2 pekerjaan ortu, aku merasa tidak suka dengan bidang yang mereka geluti. Kalo aku mikir untuk mengejar impian yang semula, aku merasa gak bisa meninggalkan ortu ku karena merasa kasihan sama mereka. Aku tidak mau mereka bekerja terus-terusan sampai tua dan tidak ada anaknya yang meneruskan dan membantu pekerjaan itu.

Akan tetapi, impian2 tersebut terus mendatangi saya setiap hari, dan selalu membuat saya kepikiran hingga akhirnya stress2 sendiri, saya mencoba untuk menerima kenyataan ini, tpi belum bisa. Mencoba bersyukur, kemudian damai sebentar, terus kepikiran lagi (apa mungkin bersyukur, kurang benar2 bersyukur ya??!! )

Menurut ko fudin bagaimana agar saya bisa "tenang" ?? sehingga tidak memikirkan impian yang semula, dan berusaha menerima kenyataan yang ada ?? Makasih (forumm.wgaul.com)



jB. Thanks atas partisipasinya...begini saya akan memberikan beberapa filosofi hidup/hakekat/hakiki hidup kepada anda.. jika kita tidak bisa merubah lingkungan maka kita yang berubah yang artinya jika anda tidak bisa merubah kehidupan keluargamu maka kamu yang harus berubah.. bukan keluargamu yang berubah.. jadi anda yang harus berkorban.. mengerti pak..

kemudian jika anda memang ingin mengeluti profesimu.. bisa kan kuliah S2 di Indonesia atau di kota anda.. kemudian setelah lulus maka anda dapat menjalani kedua profesi anda yaitu profesi orang tua anda dan profesi yang anda sukai... jadi combain... itulah salah satu solusinya...

jika anda harus tetap menerima kenyataan dan tidak bisa merubah kenyataan itu maka terimalah kenyataan ini dengan lapang dada.. waktu yang akan memberikan ketenangan kepada anda....

menerima kenyataan itu adalah tergantung oleh pikiran dan niat kita bukan dari pengaruh orang lain karena diri kita adalah milik kita bukan milik orang lain jadi kita yang menetukan sendiri... katakan pada diri anda bahwa anda sudah menerima kenyataan itu dan kurangi nafsu anda dan selalu berharap terus menerus yang tidak akan terwujud.. karena apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan kita akan kecewa.. semakin kita berharap maka semakin kita akan menderita.. lepaskanlah.... maka anda akan tenang...

berusahalah untuk menyukai pekerjaan anda dan kurangi keinginan anda memang sudah tidak mungkin diwujudkan oleh anda..