OLEH : PSIKOLOG FUDIN PANG DARI "ACCURATE" HEALTH CENTER MEDAN

Home

Tampilkan postingan dengan label Janda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Janda. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Mei 2012

Menunggu Janda Orang

Pak. ane punya tujuan menikah secepatnya. Menikah dg org yg ane suka, sayang dan cintai. Pasangan ane adalah mantan, dan dulu pernah ane lukai, tapi masih cinta, sayang dan suka ane hingga saat ini. dia masih tetap berharap juga ma ane menunggunya, utk menikah dgnnya. Walau keadaan sudah bersuami. Ane disuruh nunggu dan sabar. Nunggu diwaktu yg tepat. Siwanita menginginkan pisah baik2 dg pasangannya skr. Kondisi hamil skr tdk mengurungkan niat ane dan dia jg dg tujuan kami.  Ane masih tetap berharap. Krn ane gak pernah mendapatkan pasangan yg tepat selain dirinya walau telah mencari dan mencari (kaskus.us)

Jb. Jika kita diminta untuk menilai dan memberi pendapat terhadap permasalahan anda maka jawabannya adalah abstain karena jika dilihat dari perspektif agama, moral, etika sosial maka keputusan anda adalah kurang bijaksana. Cobalah anda memutuskan hidup anda sendiri dan terimalah segala konseksuensi yang ada. Anda tentu mengetahui mana yang baik dan mana yang kurang baik.

Senin, 16 Agustus 2010

Pacaran dengan Janda 3 Anak

saya mau tanya mengenai pandangan orangtua terhadap anaknya yg pacaran dengan seorang perempuan yg pernah gagal dalam pernikahan, dan wanita ini sudah mempunyai 3 anak.anaknya ini sudah menjalin hubungan dan saling mencintai selama 2 tahun

Andaikan dari teman2 yg ada disini memiliki pengalaman yg seperti ini apa yg akan dilakukan bila teman2 menjadi orangtua anak tersebut.

Mohon pencerahannya (forum.detik.com)

Jb. Setiap anak memiliki perjalanan hidupnya masing masing begitupun pilihan hidupnya dan disaat itu tugas orangtua hanyalah mendorongnya atau membekalinya dari belakang untuk menuntun jalannya, bukan berdiri di depan untuk menunjuk jalan kemana yang harus ia tempuh.

Jadi saran saya adalah jika memang perilaku si wanita itu baik dan anaknya itu mencintai wanita itu dengan tulus, maka apa salahnya jika kita merestuinya, karena cinta itu tidak butuh syarat. cinta itu butuh kebahagiaan dan biarlah anak itu menjalani kehidupannya dan mendapatkan apa yang ia pantas dapatkan dengan catatan bahwa segala sesuatu harus dilakukan dengan baik dan benar dan tidak menganggu dan menyakiti banyak pihak yang terkait.