OLEH : PSIKOLOG FUDIN PANG DARI "ACCURATE" HEALTH CENTER MEDAN

Home

Tampilkan postingan dengan label Manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manusia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 September 2011

Pengertian Bahasa Tubuh Manusia ?

Psikolog fudin pang bisa berbagi tips dari arti "bahasa tubuh" gk ya? kan menarik jg tuh (ngobrolaja.com)

Jb. Bahasa tubuh dapat dilihat dari cara berpakaiannya, cara berbicara, cara berjalan, cara bersenyum dan semua bahasa tubuhnya dapat dilihat. Jika orang tersebut terlihat lebih kasar, cara berbicara juga cepat maupun cara berpakaian lebih simple maka dapat diperkirakan orang tersebut adalah pekerja keras, dsb. Begitu juga bahasa tubuh yang lain dapat mencerminkan keprbiadian orang tersebut, namun lebih tepatnya dengan menggunakan tes psikologi lebih jelas dan akurat..

Senin, 18 Oktober 2010

Psikolog juga Manusia

wah keren ambil profesi psikologi klinis

ane juga suka tuh psikologi klinis daripada PIO

banyak banget kalo anak psikologi ditanya kenapa ngambil jurusan psikologimereka beralasan "ingin berobat jalan"

trus kenapa kalo anak psikologi curhat keteman yang bukan 1 jurusan,teman itu bilang "lah lo kan anak psikologi kok minta saran sama gw"

jelas-jelas mereka yang kuliah psikologi itu juga manusia,butuh saran dari sapa aja..gimana cara menanggapi hal seperti itu? (Kaskus.us)

Jb. Betul... psikolog juga manusia dan belum mencapai pencerahan apapun. namun profesi psikolog adalah menolong orang atau membantu orang lain sehingga dianggap bahwa kita yang serba tau atas solusi permasalahan namun kadang kadang kita ingin meminta pendapat atau keputusan yang baik menurut teman-teman sehingga kita mempunyai tolak ukur untuk penyelesaian permasalahan kita.

sebenarnya seorang psikolog mengetahui bagaimana cara dan jalan penyelesaian masalah karena kita belajar teori dari beberapa bapak psikolog dunia..Cara untuk menyiasati hal tersebut adalah kita harus pandai untuk mengajukan pertanyaan seputar permasalahan kita dan jangan sampai menanyakan pertanyaan bodoh dan kita sudah tau jawaban atas pertanyaan tersebut, maka kita bisa membawa diri dan menjaga sekaligus profesi kita sebagai psikolog yang dapat memberikan solusi kepada orang lain.

Selasa, 01 Juni 2010

Menjadi Manusia Sosial

Kakak....... orang2 bilang saya terlalu cuek.... mulai dari penampilan yang 'polos' sama kadang saya suka nyeplos kata2 yang mungkin nyinggung. Padahal saya nggak bermaksud begitu. Katanya juga saya kalo di sindir suka nggak dapet inti sindirannya.... Aduh.... ini saya nggak ngerti. Padahal sejujurnya saya cuma menyuarakan apa kata hati saya. Kalo jelek ya saya bilang jelek tapi klo bagus ya saya bilang bagus nggak peduli yang lain mau bilang apa. Kak, apa saya egois ya dengan pikiran seperti itu? Saya ingin merasa senang dengan diri sendiri. Salahkah? (indowebster.web.id)

Jb. Tidak salah, namun cara penyampaian anda salah. Kita hidup di dunia ini adalah sebagai manusia sosial, jadi kita harus bisa menggunakan topeng sosial untuk berhubungan dengan orang lain. Jika harus mempelajari psikologis/karaktek masing masing orang ketika berhubungan dengan orang lain. Pada saat kita sendirian, maka kita bisa sesuka hati kita untuk bertindak dan pada saat kita telah berhubungan dengan orang lain, maka diri kita harus berlebur dalam budaya kelompok tersebut.

Senin, 11 Januari 2010

Cara Mengasah Otak Kiri Manusia

pak psikolog ..ak mau tanya ..

setiap ak menghadapi masalah dengan pasangan saya ,, kenapa ya saya tidak bisa berpikir memakai logika ?? saya hanya memakai perasaan saja tanpa pernah memakai logika ak ..

apa karena ak perempuan yang ditakdirkan menggunakan perasaannya ??

jujur terlalu menggunakan perasaan rasanya sangat tidak menyenangkan sekaligus menyakitkan .. ak sangat ingin sekali mencoba memakai logika ak ,, tapi gg knapa selalu perasaan ak yang menang ..
jadi sakit sendiri rasanya ..jadi gimmana cara menyeimbangkan antara perasaan n logika ??

mohon bantuannya iaa pak psikolog ..(kaskus.us)


Jb. baiklah.. mungkin anda adalah seseorang yang terlalu sensitif dan terlalu banyak menggunakan perasaan.. untuk menyeimbangkan antara logika/pikiran dan perasaan andalah anda lebih banyak menggunakan otak bagian kiri anda, seperti berpikiran secara logika, realitis, rasional dan sistematis..

1. Logis
Logis merupakan suatu cara berpikir di mana bentuk dari berpikir itu sudah terpola dengan baku. Sebuah kesimpulan dalam cara berpikir logik didapat melalui suatu proses yang taat/terikat pada pola tersebut. Misalnya ada sebuah pernyataan bahwa semua manusia pasti mati (premis mayor). Kemudian ada pernyataan berikutnya yang mengatakan bahwa Tono adalah manusia (premis minor). Dari dua pernyataan tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Tono pasti mati. Pada cara berpikir logis, sebuah kesimpulan didapat melalui sebuah penalaran yang sudah berpola.

2. Linier
Linier merupakan suatu cara berpikir di mana apa yang dipikirkan selalu searah. Misalnya apabila kita masuk ke dalam suatu ruangan yang gelap maka kita tidak akan dapat melihat, semakin gelap maka semakin tidak dapat melihat. Berpikir linier selalu melihat suatu hubungan berjalan searah.

3. Rasional
Rasional merupakan berpikir dengan menggunakan rasio sebagai dasar berpikirnya. Ide atau gagasan yang diperoleh didapat melalui suatu proses pertama informasi di tangkap oleh indera, kemudian diolah di otak, dihubungkan dengan pengetahuan sebelumnya, kemudian menghasilkan sebuah ide atau gagasan. Ini berbeda dengan berpikir intuitif di mana ide atau gagasan tiba-tiba muncul entah dari mana asalnya.

4. Sistematis
Sistematis merupakan proses berpikir di mana berpikir merupakan tahapan, dari tahap yang paling awal, kemudian, dan akhir. Dalam berpikir sistematis tidak diperkenan melewati satu tahapan dalam berpikir (loncat-loncat).

Intinya adalah janganlah terlalu membawa dan mengunakan perasaan anda namun gunakanlah logika anda berpikir dan menerima realitas hidup ini... tapi yang paling baik adalah bisa menyeimbangkan antara pikiran dan perasaan.... jika terlalu banyak menggunakan perasaan bisa menjadi korban bunuh diri loch, karena selalu saja mengikuti kata hati yang belum tentu real sedangkan jika kita berpikir tentang realitas hidup ini maka kita bisa menerimanya..