OLEH : PSIKOLOG FUDIN PANG DARI "ACCURATE" HEALTH CENTER MEDAN

Home

Tampilkan postingan dengan label Kleptomania. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kleptomania. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 November 2014

Mengatasi Kleptomania (Kebiasaan Mencuri) dengan Hipnoterapi

Kadang-kadang orang tua merasa terkejut dan bingung sewaktu pertama kali mengetahui anaknya mencuri.Orang tua lantas mungkin berpikir bahwa ini merupakan hal yang wajar dalam perkembangan anak.Anggapan ini tentu saja tidak benar.Jadi, sekecil apa pun pencurian yang dilakukan anak, orang tua harus melarang dan menghentikannya.

Boleh dikata hal ini kerap kali terjadi, terutama dalam keluarga yang memiliki anak berusia empat sampai tujuh tahun. Pada usia ini anak cenderung untuk mengambil apa yang bukan haknya. Sebenarnya, perbuatan mencuri yang dilakukan anak-anak balita bukanlah tingkah laku yang menyimpang. Tetapi bila orang tua tidak menanganinya dengan benar, tingkah laku yang tidak berbahaya itu dapat mengarah menjadi perbuatan yang berakibat lebih jauh.

Mencuri di kalangan anak-anak balita sering terjadi. Ini disebabkan karena mereka belum mempunyai konsep kemilikan. Anak-anak belum mempunyai batas yang tegas antara milik sendiri dan milik orang lain. Bila mereka melihat sesuatu yang disukainya, mereka akan mengam-bilnya. Bagi mereka seolah berlaku prinsip: “Aku lihat, aku suka, aku mau, aku ambil. Anak kecil belum mengerti bahwa dengan mengambil benda yang dinginkan tanpa izin si pemilik, ia melanggar hak milik teman tersebut dan akan merugikan si teman itu.

Pada umumnya, orangtua pasti akan merasa kaget, kecewa, dan malu bila mengetahui bahwa anak mereka telah mencuri sesuatu milik orang lain. Namun, janganlah orangtua bertindak tergesa-gesa, langsung marah-marah kepada anak, apalagi menghukumnya dengan cara yang berlebihan. Sebab, tidak semua anak mencuri karena niat yang sudah direncanakan.

Penyebab anak Mencuri :


1. Mencuri karena tidak mengerti.
Sebagian dari mereka ada yang mengambil barang milik orang lain karena ia belum mengerti tentang maksud dari kepemilikan suatu barang. Ia belum dapat membedakan mana barang milik sendiri dan yang mana barang milik orang lain. Biasanya tindakan ini terjadi pada anak usia 3-5 tahun. Anak di usia ini sering menganggap bahwa semua barang yang ada dihadapannya adalah miliknya sendiri.

2. Mencuri karena kebutuhan identitas diri.
Anak mencuri karena ia memiliki kebutuhan yang khas akan identitas diri dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya yang ia idolakan. Kadangkala ada anak yang memiliki perasaan rendah diri, tetapi sangat berharap untuk dapat diterima, namun tidak ada bakat yang menonjol atau paras muka yang cakap yang dapat dijadikan alasan untuk diterima. Oleh karena itu supaya dapat diterima sebagai teman, ia lalu mencuri uang dan dengan uang curian, ia mengundang makan dan memegahkan diri di hadapan teman-temannya.

3. Mencuri karena mencontoh yang salah.
Anak mencuri karena melihat orangtua (ibu atau ayah), saudara atau teman mengambil barang yang bukan miliknya. Dalam keluarga harus ada pendidikan moral yang benar. Sekalipun pada hal-hal yang kecil, namun bila disertai dengan ketamakan akan merangsang anak untuk mencuri, baik itu mencuri bunga, buah, alat-alat atau barang-barang milik orang lain. Tidak adanya pendidikan moral dalam keluarga akan mudah menjadikan anak-anak mempunyai kebiasaan mancuri.

4. Mencuri karena tekanan dan adanya keinginan untuk memiliki.
Anak mencuri karena ada tekanan akan kebutuhan dan keinginannya. Anak ini mencuri karena terpaksa. Misalnya, anak ingin makanan tetapi tidak diberi uang jajan oleh orangtuanya. Akhirnya ia terpaksa mencuri uang temannya untuk membeli makanan.

Karena keinginan untuk memiliki begitu menggoda, maka anak melakukan pencurian. Keinginan ini dapat timbul karena anak sering kurang mampu menguasai diri. Ini biasa terjadi bila anak terlalu dilindungi. Anak akan lebih sering lagi mencuri bila orang tua tidak menyelidiki mengapa barang atau uang dalam rumah sering hilang, atau ibu tahu anak telah mengambil barang di toko, lalu dibayarkan secara diam-diam. Dengan demikian anak semakin terjerumus ke dalam kebiasaan yang buruk. Penyebab lain bisa karena anak lahir dari keluarga miskin. Kemiskinan telah merisaukan dirinya. Apa yang menjadi kebutuhannya tidak dapat terpenuhi, selain dengan mencuri.

5. Ingin menonjolkan rasa kebersatuan.
Karena ingin menonjolkan rasa kebersatuan yang tinggi, seorang anak melakukan pencurian bersama-sama dalam satu kelompok. Dalam kelompok itu, mereka merasakan adanya suasana kebersamaan dan juga timbulnya rasa kebanggaan terhadap kepahlawanan seseorang sehingga mencuri dianggap sebagai terobosan untuk menikmati kebahagiaan.

6. Mencuri karena gangguan kejiwaan (kleptomania).
Anak mencuri karena adanya gangguan kejiwaan. Ia mencuri bukan karena ’kemauannya’. Barang yang dicuri penderita kleptomania sebenarnya mampu ia beli. Namun, ketika mencuri, anak merasa terlepas dari impitan perasaan yang membelenggunya. Setelah itu perasaan bersalah kemudian menderanya.

MENGATASI MASALAH

Bagaimana membantu anak untuk mengatasi masalah kebiasaan suka mencuri ini? Cara penyelesaiannya dapat menggunakan hipneterapi untuk mengubah kebiasaan dan alam bawah sadarnya.

 Hipnoterapi 

Hipnoterapi bertujuan untuk membantu pasien mengubah kebiasaan buruk mencuri dan membentuk kembali kepercayaan diri dan mengangkat alam bawah sadar yang negatif menuju ke alam kesadaran dan pemberian sugesti baik untuk memperbaiki kondisi kebiasaan buruk mencuri.

Accurate Health Center Medan merupakan salah satu solusi terapi untuk anda sebab merupakan sebuah rangkaian terapi holistik  yang menyediakan konsultasi psikologi, terapi psikologi, hipnoterapi, akupunktur yang dapat  membantu anda dalam rangka memberikan sebuah sesi terapi penyembuhan bagi anda yang mempunyai gangguan kebiasaan mencuri.

Pengobatan "Accurate" Health Center merupakan pengobatan yang aman, alami dan tanpa efek samping. Rahasia Terjamin.

Hubungi "Accurate" Health Center untuk penangananya.

"Accurate" Health Center Medan
Jl. Tilak No. 76 (Simpang Demak)
Telp. (061) 7322480
Medan 

Website : Http://www.accuratehealth.blogspot.com 

Rabu, 21 April 2010

Suka Mencuri

saya punya adik, seprtinya dia punya kelainan dalam tingkah lakunya yang pertama, saya sering dapet laporan dari teman temannya kalo adik saya sering mengambil sesuatu yang bukan miliknya, ada uang, ada baju, yang terkhir laptop, kami berasal dari keluarga mampu, dan kejadian ini sudah berlangsung lama, tapi setiap kali saya tanyakan ke dia, dia selalu bilang bukan, bukan, dan bukan dia yang melakukan..
kalo sekali dua kali mungkin saya percaya, tapi karna kejadian ini sering, rasa percaya saya berubah..
orang tua saya g pernah tau hal ini sebelumnya, tapi karna kejadian terakhir yang adik saya dituduh ngambil laptop beliau (ibu) tau, walo awalnya beliau tidak percaya dan menganggap anaknya adalah "anak baik", sehingga membela adik saya tsb,

tapi kmd saya ngasih tau kalo kejadia ini bukan hanya sekali, ibu saya kaget, apa mungkn ini penyakit? tanyanya, saya pun menyarankan agar adik saya diterapi, tapi belum ada tindakan nyata untuk itu,

yang saya kesalkan, kejadian berulang tsb seprti tidak memberi efek jera, padahl dia pernah di keluarkan sekolah karna itu, dan dia juga tidak ada rasa bersalah atau mengakui kesalahannya itu walo sudah sering banyak saksi yang mengatakan, sehingga sepertinya untuk menutupinya dia berbohong,, itu yang pertama, yang mau saya tanyakan bagaimana harus menyikapi adik saya tsb, bagaimana ngasih tau dia dan bikin dia lebih mersa bahwa yang dilakukannya salah, apakah ada pengobatan atau terapinya? sekedar info saja adik saya orang nya susah dikasih tau,. apa yang dikasi tau sepertinya hanya nagin lalu bagi dia, saya hanya ingin dia berubah lebih baik..

yang kedua, masih adik saya yang sama, dia kecendurungan menyukai sesama jenis (wanita), sungguh saya tidak tahu kenapa ini bisa terjadi, adik saya memang aga tomboy,tapi kenyataan dia menyukai sesama itu sangat memalukan bagi saya, dan ortu tidak tau akan ini, saya g bisa mbayangin kalo ortu tau, g tega, karna sebenarnya kami berasal dari keluarga yang cukup religius..
pertanyaan yang sama bagaimana cara nya agar dia kembali ke jalan yang benar cra terapi atau apalah untuk adik saya menjadi normal kembali..

terus terang saya menjadi kurang leluasa karna kekurangan adik saya, dalam bergaul saya selalu menghindari pertanyaan jika teman menanyakan keluarga, khususnya adik sya..

mohon kiranya bapak bisa membantu memberi saran..
terima kasih (kaskus.us)

Jb. menurut saran saya.. sebaiknya adik anda di bawa ke seorang psikolog saja untuk mengindentifikasi gangguan apa yang dialami oleh saudara anda..

Diagnosa orang yang suka mencuri adalah dua, yaitu gangguan kepribadian antisosial (psikopat) yang diikuti oleh sikap yang kurang memiliki kepekaan terhadap norma sosial, seperti tidak mematuhi aturan sosial dan mempunyai dua sisi kepribadian yang berbeda atau bermuka dua, contohnya di luar terlihat sangat sopan dan di belakang kemungkinan berbuat salah dan tidak pernah menyadarinya dan merasa bersalah.

kemudian kemungkinan diagnosa yang kedua adalah gangguan kepribadian kleptomania, seperti ingin mencuri dan merasa puas jika dapat mencuri dan diri merasa tidak nyaman jika tidak mencuri atau mengambil barang yang kemungkinan tidak dibutuhkannya dan akan diberikan kepada orang lain.. gangguan kleptomania tidak ada hubungannya dengan kondisi ekonomi seseorang.

Oleh sebab itu sebaiknya anda membawa adik anda untuk pemeriksaaan psikologi kepada seorang psikolog dan mengenai masalah seksual itu juga sangat rumit dan sulit untuk mengubah orientasi sesksualnya kecuali ada niat dan kemauan dari diri orang tersebut.