OLEH : PSIKOLOG FUDIN PANG DARI "ACCURATE" HEALTH CENTER MEDAN

Home

Senin, 26 Juli 2010

Trauma Masa Lalu & Bunuh Diri

maaf saya mau nanya kalau seorang yang depressi stress berat bisakah mengakibatkan kematian? apakah gangguan jiwa itu termasuk keturunan karena sepupu saya ada dua orang menderita gangguan jiwa, yang satu karena gagal masuk polisi/abri, yang satunya kurang jelas kenapa. saya pengen tahu kondisi kejiwaan saya, kemana saya harus konsultasi dan berapa biayanya karena saya cuma dijatah uang saku sama ortu belum punya penghasilan sendiri.
saya seorang cewek asal kota kecil, saya punya masalah dengan diri saya, saya pikir saya depresi berat sampai pengen mati aja tapi takut bunuh diri karena dosa dan juga takut kalau usaha bunuh diri gagal trus gak mati malah nambah masalah. saya gak tau harus curhat sama siapa saya ngerasa sendiri. saya anak ketiga dari enam bersodara, waktu kecil punya pengalaman buruk, setiap hari dipukuli sama orangtua,sama kakak perempuan, kakak saya orangnya cemburuan banget, apa2 mesti buat dia, sejak kelas tiga sd, kalau ortu gak dirumah dia pukuli saya (waktu itu saya masih belum punya adek jadi saya sering diajak pergi pergi sama ortu), trus pas saya dah punya adek perlakuan kakak masih belum berubah malahan ortu juga sering pukul saya :( ditendang, dipukulin, dibenturkan tembok, dipukul pake sapu itu makanan tiap hari. di skolah saya anaknya termasuk pintar dapat ranking 5 besar terus, tapi saya anaknya kuper sebab gak punya teman, sebab saya gak punya baju bagus, gak punya motor, gak punya barang mewah padahal kakak saya penampilannya wah semua pada pake motor semua, saya pake angkot kadang pake motor butut keluaran tahun 82 :( , saya sering dimanfaatkan cuma buat bantuin ulangan diskolah sama teman2. saya sering nangis pengen kabur dari rumah tapi gak tau kemana, lagian sodara2 saya biarpun saya lagi dipukuli sama ortu juga gak ada yang nolong.

setelah lulus kuliah umur 20 tahun (program diploma) trus saya merantau cari uang sendiri, rasanya enak punya uang sendiri, bisa memanjakan diri sendiri bisa beli barang barang yang gak pernah saya punyai. tapi cuma kerja 3 tahun trus saya capek dan pulang kerumah, karena lingkungan kerja seperti kerja rodi. akhirnya sama orang tua saya disuruh ambil S1 (disamping biar bisa dapat kerja yang lebih bagus, juga ortu gengsinya tinggi, maklum di kota kecil gengsi sama tetangga). oiya umur saya sudah diatas 20 tahun, kalau untuk ukuran kota saya sudah termasuk perawan tua walau saya tau ini jaman modern gak mesti nikah umur 20 tahun lagi. tapi orang tua sama lingkungan saya kolot banget.

saya orangnya jelek, kurus, item, rambut berombak, oh Tuhan saya gak bermaksud nggak bersyukur, tapi gak ada yang mau sama saya. orang teman2 sma saya aja sering ngomongin saya kok, kalau saya jelek, tapi lumayan pinter. di facebook sempat saya mbaca postingan njelek2in fisik saya. saya sedih banget, padahal kan wajah saya ini karunia Tuhan, benar gitu kan? saya coba bersikap cuek, tapi ortu aja kadang manggil saya dengan sama sejelek seperti monyet. memang dibanding kakak saya, fisik saya biasa aja.

saya punya pacar tapi kita sering berantem, sering nyakiti saya, tapi kalau pas kita lagi baik2 aja, dia itu bak malaikat pelindung saya. dia beri segalanya buat saya. tapi ortu saya gak akan setuju, ortu saya kolot, ortu gak suka anaknya dapat beda suku. padahal saya pegang prinsip gak boleh nilai orang dari suku, ada orang baik ada orang jahat tergantung pribadinya. kakak saya yang satunya lagi gak boleh nikah ma cowoknya dua kali nolak cowok karena beda suku. masak saya nyari yang sesuku padahal belum tentu saya cinta. cinta bukan segalanya tapi apa saya salah pengen hidup dengan orang yang buat saya bahagia.

permasalahannya saya marah sama cowok saya (ada satu masalah yang sering buat kita berantem yang gak mungkin saya kemukakan disini karena nambah masalah aja), saya marah sama ortu saya, saya marah ama diri saya, saya ngerasa hidup gak guna, kerja tak ada, cuma bisa buat repot, cuma bisa mimpi nikah. saya takut nikah, saya takut ngomong ke ortu, saya takut nanti ditolak seperti kakak saya. tapi saya gak mau pisah sama cowok saya. saya pengen jadi anak penurut sama ortu tapi saya gak mau kehilangan orang yang buat saya bahagia. saya gak mau nikah ma orang lain.

saya stress bukan karena itu aja, saya emang udah stress dari dulu tapi sekarang kemasannya beda. sekarang saya sering lupa hal hal apa yang baru aku kerjakan, sering lupa dompet, kunci, dll. pikiran saya kayaknya blank, saya sering nggak ngenali sodara saya, atau tetangga, saya khawatir dengan diri saya. saya mungkin bisa gila..tapi saya gak mau gila, saya maunya mati aja.

tolong bantu saya pak psikolog. saya mesti ngapa dan gimana
maaf terlalu panjang abisnya saya bingung, saya dah mendam itu sejak lama dan gak oernah cerita ma siapa siapa. (forum.detik.com)

Jb. saya ikut prihatin dengan permasalahan dan masa lalu yang anda alami.

Memang betul bahwa depresi secara terus menerus dapat menyebabkan kematian karena metabolisme organ tubuh kita menjadi melemah dan terutama kondisi jantung kita menjadi terhambat.

Saran saya jika anda ingin hidup dengan damai, tentram dan bahagia adalah cobalah untuk melupakan dan menerima masa lalu anda yang kurang bahagia itu, terimalah kesalahan itu dan maafkan orang yang membuat anda menderita, jangan mengingat-ingat kembali karena akan menambah kebencian anda, menjadi hidup anda tidak tenang. kekerasan harus dibalas dengan cinta kasih agar hidup anda bahagia.. anggaplah itu sebuah kekeliuran hidup dan perjalanan hidup anda yang harus anda hadapi agar kelak anda menjadi seorang yang dewasa. maafkan semua kesalahan termasuk kesalahan anda sendiri maka anda akan tenang dan damai di hati.

kemudian mengenai orang tua anda dengan pasangan hidup anda, maka cobalah anda untuk berkonsultasi dan menjaga komunikasi di antara kedua pihak dan janganlah memaksakan diri dan menjadi beban anda dalam kehidupan sehari hari.. pasrahkan semua perjalanan hidup anda.. saya yakin anda akan mendapatkan yang terbaik.... dan walaupun anda tidak mendapatkan yang terbaik, namun anda tentunya memiliki hak hidup untuk menentukan hidup anda, bukan orang lain.....

jalan untuk bunuh diri bukanlah sebuah solusi yang tepat.. karena akan meninggalkan luka yang sangat besar bagi orang orang yang mencintai anda, menjaga dan berada di samping anda.. semua orang pastinya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia, begitu juga anda menginginkan orang yang anda sayangi itu bahagia dan aman, tentram dan damai.

oleh sebab itu maka peliharalah hidup anda sebaik mungkin, jika anda ada masalah cobalah konsultasi kepada seorang psikolog yang berbaik hati yang bisa menyadarkan anda tanpa biaya yang berlebihan... yang penting anda harus berusaha untuk sembuh dan mau untuk sembuh dan berhenti untuk berpikir untuk mati, berpikirlah untuk memanfaatkan hidup sebaik baiknya dan carilah kebahagiaan anda dan masa depan anda. jadilah hidup ini sesimple dan seringan mungkin. jangan terlalu serius menghadapinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar