OLEH : PSIKOLOG FUDIN PANG DARI "ACCURATE" HEALTH CENTER MEDAN

Home

Senin, 09 Agustus 2010

Rumah Tangga tidak akur

Om piskolog.. saya mau curhat dong, skalian minta pendapat..

jadi begini, saya (cewe) tinggal di rumah keluarga (ortu dah ga ada) sama kakak saya dan istrinya. tadinya mereka mau pindah, tp krn mendadak ortu saya meninggal, akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal bersama saya. awalnya saya senang, krn rumah jadi rame. untuk kebutuhan sehari2, listrik, telepon, beras & makanan untuk piaraan kami (saya punya beberapa ekor anjing), saya yg tanggung. untuk beras makanan sehari2, aqua dan gas, mereka yg tanggung. tapi untuk beras sebenarnya saya tidak pernah makan sama sekali, krn saya jarang makan dirumah. awal2 kami suka pergi bareng, ke mall, jalan2. tapi sejak istrinya hamil tua, saya mulai merasa mereka seperti mengambil jarak, seringkali saya tidak diikutsertakan. cuma saya maklumi saja, mungkin memang mereka ingin sekeluarga sendiri saja. jadi saya mulai terbiasa untuk sendiri, jalan2 sendiri, beli makanan sendiri..

sampai akhirnya lahirlah anak mereka, dan ibu dari istri kakak saya untuk sementara tinggal dirumah. ibunya baik, rajin masak dan sering mengajak saya untuk ikut serta makan bareng, cuma saya selalu menolak krn sudah terbiasa sendiri sekarang, dan biasanya kalau sebelum pulang pun saya sempatkan beli makanan dulu, drpd makanan yg saya beli mubazir..

lalu setelah beberapa minggu, ibunya pulang. dan datanglah baby sitter. ini saya sempat bingung, krn wkt baby sitter datang, saya sama sekali tidak dikenalkan, padahal saya sudah bolak balik ketemu mereka, baru beberapa hari kemudian saya dikenalkan, dengan alasan sibuk jadi tidak sempat mengenalkan. ya sudah.. saya sabar aja..

suatu hari saya baru pulang, dan bertemu mereka di ruang makan, anehnya mereka berdua malah pura2 tdk melihat saya dan buang muka. saya sempat mikir, kenapa lagi ini? jujur kadang tingkah mereka bikin saya bingung. saya sampai memastikan bolakbalik, dan mereka terus seperti itu. ya sudah, akhirnya sampai sekarang, kami tidak pernah berbicara lagi karena setiap kali berpapasan, pasti mereka berbalik badan dan pura2 saya tdk ada.

sekarang saya mulai berfikir untuk pindah dan mencari kontrakan saja. tapi saya bingung, selama ini mereka ngga pernah mengurus rumah ini, takutnya kalau rumah ini saya tinggalkan, malah jadi hancur. ini dr pengalaman saya meminjamkan barang ke mereka, mulai dari panci sampai handphone, yang saya pinjamkan dalam keadaan mulus dan baik, namun kembali dalam keadaan rusak dan tidak bisa dipakai lagi. waktu mengembalikan pun tidak ada kata maaf krn sudah mengembalikan dlm keadaan rusak, mereka cuma bilang, "ini, saya udah beli yg baru". yah, cuma barang.. sabar lagi deh...
tapi kalau rumah keluarga ini sampai tdk diurus, saya sedih juga.. krn banyak kenangan2 indah dirumah ini bersama ortu saya..

saya pernah cerita ke teman saya, dan dia bilang, mungkin mereka mau mengusir saya secara halus. tapi ini kan rumah saya juga..?
menurut om psikolog gimana, apakah saya harus pindah, ataukah bertahan..? karena sejujurnya saya sudah mulai stres tinggal disini, setiapkali saya berangkat kerja, saya merasa senang. tapi setiapkali saya pulang, saya merasa sedih.. hanya saja saya punya piaraan yg harus diurus, jadi ngga mungkin saya ngga pulang2. kalaupun seandainya saya kontrak, pasti saya cari tpt yg tanahnya agak luas, supaya piaraan saya bisa diajak juga.

maaf ya kalau kepanjangan... ini uneg2 saya selama hampir satu tahun.... (forum.detik.com)

Jb. Saya ikut prihatin dengan permasalahan anda. ada beberapa kemungkinan yang menunjukkan bahwa anda memang tidak disukai untuk tinggal disana karena beberapa faktor penyebab, seperti mereka tidak mengharapkan keberadaan anda karena kemungkinan ada isu untuk menguasai rumah tersebut atau mereka tidak menyukai dengan perilaku anda/perilaku anda tidak sesuai dengan yang mereka inginkan sehingga itu bisa menjadi motif bahwa mereka tidak menyukai anda disana.

Cobalah anda berfikiran positif terlebih dahulu, seperti mengintropeksi diri anda atau ajaklah mereka berkomunikasi dan berkonsultasi tentang sesuatu hal yang menganjal dalam diri mereka terhadap kehadiran anda. Cari tahulah mengapa mereka tidak menyukai anda kemudian intropeksi diri anda sehingga akan terjadi kerukunan dalam sebuh rumah tangga.

Kemudian janganlah memiliki perasan negatif dan perasaan tidak nyaman lagi ketika berada di rumah anda. ingatlah itu adalah rumah orang tua anda, maka jagalah baik baik dan pertahankan sebaik-baiknya agar semua kerukunan dapat terjadi... ciptakan kenyamanan tersendiri jika sedang sendiri dan ciptakan kenyamanan dan rasa aman ketika berada bersama saudara di dalam rumah dan jangalah berpikir yang bukan-bukan.. anda mempunyai hak dengan rumah tersebut dan jangalah mudah tersingung oleh sikap saudara anda. anggap saja mereka mempunyai permasalahan tersendiri/pribadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar