OLEH : PSIKOLOG FUDIN PANG DARI "ACCURATE" HEALTH CENTER MEDAN

Home

Senin, 23 Agustus 2010

Tekanan hidup dari suami

ayahku sudah menelantarkan kami sejak saya berumur 11tahun saya uda kerja buat biayain diri sendiri hingga menikah,setelah nikah tiba2 dia muncul mau pinjam duit buat istri mudanya,karna saya mank gak punya ya saya katakan gak ada

tapi dianya malah marah besar dan bilang saya anak durhaka,saat itu saya masih bisa terima,klo kebetulan dia kejakarta saya selalu kasi uang semampu saya,saya benci dia semenjak adik saya minta ijin buat istirahat sakit dirumahnya dikampung tapi gak di ijinin,itu yg buat saya kesal,seandainya dia ijinin adik saya hingga hari ini mungkin masih hidup

ditambah lagi tekanan suami yg selalu menuntut saya hamil,pdahal uda sama2 kedokter hasilnya ama2 bagus tapi mgkn blom waktunya,tapi suami saya tak mau mengerti dan selalu mengatakan saya pembawa sial,rasanya hidup saya benar2 berat...

punya suami yg suka judi,tempramental,gak bisa diajak ngomong,egois,segala yg dia omongin adalah benar,apapun yg kita bilang selalu salah,berapa kali rasanya saya mau bunuh diri,tapi saya masih sadar sehingga tidak melakukannya...

saya benar2 binggung apakah saya lebih baik cerai? (forum.kafegaul.com)

Jb. Saya ikut prihatin dengan keadaan dimana kebahagiaan anda tidak didukung oleh orang tua anda dan suami anda.

Sebuah penceraian dan pernikahan adalah sebuah pilihan dan keputusan besar. sebelum anda mengambil langkah itu maka pikirkanlah matang matang karena jika kita salah langkah maka bisa menyakiti banyak orang terutama orang-orang yang dekat dengan anda (keluarga anda) dan begitu juga terhadap pandangan sosial, teman, agama, lingkungan, dsb. Saya tidak bisa memberikan anda keputusan apapun dan pikirlah sebaik-baiknya dan tanyalah solusi kepada banyak orang sebelum anda mengambil keputusan dan anda sendirilah yang mengambil keputusan anda..

Jika ingin meminta saran saya, maka saya tidak menyarankan anda untuk bercerai dan dimanapun sebuah pernikahan telah terjadi maka carilah solusi sampai menemukan titik terang/pencerahan.. jika anda tidak bisa memberikan penerangan kepada suami anda, maka cobalah bawalah suami anda kepada seorang ahli psikologi atau ahli agama untuk berkonsultasi. setidaknya suami anda bisa menerima anda dan tidak menyudutkan anda yang belum memiliki keturunan..

cobalah berusaha sekuat-kuatnya dan tetaplah bersabar dan menerima kenyataan hidup ini sebaik-baiknya dan tetap positif thinking yang artinya masa depan tetap ada di depan dan masih digapai dan anda pasti akan bahagia.. carilah juga kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang membuat anda nyaman dan janganlah berpikirlah untuk bunuh diri yang bisa menyakiti banyak orang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar